Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Mei 2026 | Harga emas dunia terus mengalami penguatan hingga melonjak sekitar 55% dan menembus level US$4.000 per ounce pada Oktober 2025. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah perlambatan ekonomi global dan memanasnya tensi geopolitik.
Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan emas. Meski masih dipandang sebagai aset safe haven, reli harga yang sudah cukup tinggi mulai memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi koreksi pada tahun depan.
Sejumlah lembaga analis, termasuk JPMorgan Chase melalui divisi Global Research, memperkirakan harga emas masih berpeluang bertahan di level tinggi sepanjang 2026. Namun, volatilitas pasar diperkirakan tetap besar seiring tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Tren harga emas pada 2026 diperkirakan masih dipengaruhi sejumlah faktor global, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), tingkat inflasi dunia, hingga kondisi geopolitik internasional yang belum stabil.
Sejak awal 2026, harga emas dunia masih bergerak di level tinggi seiring meningkatnya permintaan investor terhadap instrumen lindung nilai. Kondisi tersebut membuat emas tetap menjadi salah satu aset investasi yang banyak diminati masyarakat.
JPMorgan Chase memperkirakan harga emas dapat mendekati level US$5.000 per ounce pada kuartal IV/2026, didorong permintaan dari bank sentral dan investor institusional. Sementara itu, World Gold Council menilai peluang penguatan emas masih terbuka seiring meningkatnya volatilitas pasar dan perlambatan ekonomi global.
Namun, pergerakan emas diperkirakan tidak akan berlangsung mulus. Harga emas berpotensi mengalami fase sideways maupun koreksi apabila kondisi ekonomi global mulai stabil dan investor kembali masuk ke aset berisiko seperti saham.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi naik turunnya harga emas global antara lain kebijakan suku bunga Federal Reserve System, konflik geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi global.
Untuk itu, investor perlu memantau perkembangan ekonomi global dan geopolitik dengan cermat, serta mempertimbangkan strategi investasi yang tepat untuk menghadapi volatilitas pasar yang tinggi.
Kesimpulan, harga emas diprediksi masih akan bergerak di level tinggi pada 2026, namun dengan volatilitas yang besar. Investor perlu waspada dan mempertimbangkan strategi investasi yang tepat untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak pasti.











