Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru saja menghadiri forum bisnis Indonesia-Prancis di Paris bersama Presiden Emmanuel Macron. Forum tersebut dihadiri oleh 30 pimpinan industri dan perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun atau sekitar Rp21 ribu triliun.
Forum bisnis ini diinisiasi oleh Kadin Indonesia bersama MEDEF International dan dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Peluncuran dewan bisnis tersebut juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau setara Rp62,5 triliun yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut peluncuran France-Indonesia High Level Business Council sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis, sekaligus mempercepat realisasi investasi dan perdagangan antara kedua negara.
Keberadaan dewan bisnis ini juga akan berperan penting dalam mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. Dewan Bisnis Indonesia-Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan atau periode 25-29 Mei 2026 turun 0,56% sehingga ditutup pada level 6.127,381 dari posisi 6.162,045 pada pekan lalu.
Presiden Prabowo Subianto mengakhiri rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis, pada Jumat, 29 Mei 2026, dan kembali ke Jakarta membawa 4 kesepakatan dengan Prancis capai USD 3,5 miliar.
Kesimpulan dari forum bisnis ini adalah bahwa Indonesia dan Prancis akan terus memperkuat hubungan ekonomi dan mempercepat realisasi investasi dan perdagangan antara kedua negara. Dengan demikian, diharapkan bahwa kedua negara dapat meningkatkan kerja sama strategis dan memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi global.











