Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Mei 2026 | Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu, yang mencapai 4,87 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa kebijakan percepatan belanja pemerintah dan menjaga likuiditas sektor swasta sejak awal tahun terbukti memperkuat daya beli masyarakat.
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan fiskal yang dilakukan sejak awal tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti pembayaran uang untuk pupuk hingga Pertamina, telah berdampak positif. Selain itu, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan terhadap bencana banjir yang terjadi di Aceh sejak awal 2026.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,52 persen, yang mana ini berkontribusi paling tinggi ke Produk Domestik Bruto sebesar 54,36 persen. Purbaya mengatakan bahwa daya beli masyarakat juga membaik, terlihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tinggi.
Sementara itu, Ketua Umum DPR RI Puan Maharani mengungkap peluang untuk memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya setelah rupiah anjlok ke level Rp17.500 per dolar AS, rekor terendah sepanjang sejarah. Puan mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah beserta stakeholder terkait untuk mengantisipasi persoalan tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level Rp17.503 pada perdagangan Selasa (12/5/2026) per 11.26 WIB. Menurut Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, penguatan dolar AS dipicu ketegangan konflik AS-Iran yang terus berkembang.
Untuk mengantisipasi dampak dari eskalasi konflik global, Puan meminta agar pemerintah termasuk BI bisa mengambil kebijakan yang tepat agar Indonesia tidak semakin terpuruk. Puan juga mengemukakan bahwa pada sidang selanjutnya, legislator bakal mulai membahas soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk tahun 2027.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, pemerintah dan stakeholder terkait harus bekerja sama untuk mengambil kebijakan yang tepat dan efektif. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tetap stabil dan daya beli masyarakat dapat terus membaik.











