Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | Investor legendaris Indonesia Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan pasar modal setelah serangkaian aksi beli saham yang menggerakkan harga emiten unggulan. Selama beberapa minggu terakhir, portofolio Lo Kheng Hong mencatat kenaikan signifikan, terutama pada saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Aktivitasnya tidak hanya memicu pergerakan harga, tetapi juga menimbulkan spekulasi mengenai rencana merger antara kedua perusahaan tersebut.
Menurut data internal pasar, Lo Kheng Hong menambah kepemilikan BMTR pada awal Mei 2023, tepat setelah laporan kuartal I menunjukkan penurunan laba sebesar 2,1 persen menjadi Rp319,79 miliar. Meskipun kinerja keuangan sempat melemah, investor veteran ini melihat peluang jangka panjang, terutama mengingat potensi sinergi dengan MNCN. Pada 4 Mei, Lo Kheng Hong kembali menambah posisi di BMRT, menandakan keyakinan kuat terhadap nilai dasar perusahaan.
Berbagai laporan pada bulan Juni dan Juli 2023 mencatat bahwa saham-saham dalam “koleksi Lo Kheng Hong” mengalami kenaikan harga yang cukup tajam. Pada sesi perdagangan 6 Juli 2023, saham GJTL, BMTR, ANJT, NISP, dan DILD masuk dalam jajaran top gainers Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan tersebut dipicu oleh ekspektasi merger antara BMTR dan MNCN, sebuah langkah yang diyakini dapat menciptakan entitas media terbesar di Indonesia.
Merger yang direncanakan antara PT Global Mediacom Tbk dan PT Media Nusantara Citra Tbk diproyeksikan menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. Lo Kheng Hong menyatakan bahwa integrasi jaringan distribusi, konten, dan infrastruktur teknis dapat memperkuat posisi pasar, meningkatkan pendapatan iklan, serta menurunkan biaya operasional. Analisis internal memperkirakan bahwa sinergi ini dapat menambah nilai perusahaan sebesar 15‑20 persen dalam jangka menengah.
Berikut adalah ringkasan utama aktivitas Lo Kheng Hong pada kuartal pertama hingga kuartal ketiga 2023:
- Penambahan kepemilikan BMTR pada 4 Mei 2023 setelah laporan laba turun 2,1%.
- Penjualan 45,2 juta saham BMTR oleh PT MNC Asia Holding Tbk pada 1 Maret 2023, menciptakan peluang beli bagi Lo Kheng Hong.
- Penguatan portofolio dengan saham-saham media lainnya, termasuk MNCN, yang menjadi target merger.
- Prediksi IHSG melemah, namun rekomendasi beli tetap kuat untuk saham ASII, BBRI, dan portofolio Lo Kheng Hong.
Selain aksi beli, Lo Kheng Hong juga dikenal sebagai “Warren Buffett‑nya Indonesia”. Gaya investasinya menekankan pada nilai fundamental, pertumbuhan jangka panjang, dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas stabil. Hal ini tercermin dalam kebijakan diversifikasi portofolio, yang mencakup sektor media, konsumer, serta infrastruktur.
Reaksi pasar terhadap langkah Lo Kheng Hong cukup positif. Pada akhir Juli 2023, harga saham BMTR naik lebih dari 12 persen dalam seminggu, sementara saham MNCN mencatat kenaikan 8 persen. Analis pasar menilai bahwa kehadiran investor berprofil tinggi seperti Lo Kheng Hong dapat meningkatkan kepercayaan investor institusional lain, mempercepat proses akuisisi, dan menambah likuiditas saham.
Namun, tidak semua pihak menyambut baik rencana merger tersebut. Beberapa analis mengingatkan risiko regulasi, terutama terkait kepemilikan media yang terbatas pada satu entitas. Selain itu, integrasi budaya perusahaan dan sinergi operasional belum tentu berjalan mulus, mengingat perbedaan strategi bisnis antara grup Mediacom dan MNC.
Secara keseluruhan, aktivitas Lo Kheng Hong selama tiga kuartal terakhir mencerminkan strategi agresif namun selektif. Dengan menumpuk posisi di saham media yang diperkirakan akan menjadi pusat konsolidasi industri, ia menyiapkan diri untuk memanfaatkan kenaikan nilai pasca‑merger. Investor lain diperkirakan akan mengikuti jejaknya, terutama bila proses merger dapat diselesaikan dalam tahun fiskal 2023/2024.
Ke depan, pasar akan terus mengamati perkembangan negosiasi antara BMTR dan MNCN, serta langkah selanjutnya dari Lo Kheng Hong. Jika merger berhasil, tidak menutup kemungkinan portofolio saham media akan menjadi pilar utama pertumbuhan pasar modal Indonesia, sekaligus mengukuhkan posisi Lo Kheng Hong sebagai salah satu investor paling berpengaruh di tanah air.







