Ekonomi

Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini: Apa yang Terjadi di Pasar Saham Asia?

×

Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini: Apa yang Terjadi di Pasar Saham Asia?

Share this article
Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini: Apa yang Terjadi di Pasar Saham Asia?
Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Hari Ini: Apa yang Terjadi di Pasar Saham Asia?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Pasar saham Asia kompak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan biaya energi. Kenaikan harga minyak dipicu gangguan pasokan energi setelah serangan drone di kawasan Teluk yang menyebabkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Uni Emirat Arab.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke level Rp17.657,5 pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026). Berikut kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini. Berdasarkan data yang ada, rupiah dibuka melemah 61 poin atau 0,35% ke Rp17.657,5 per dolar AS.

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) pada pukul 10.10 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.653 dan harga jual sebesar Rp17.673 berdasarkan e-rate. Berdasarkan TT counter, bank swasta terbesar di Indonesia itu menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.490 dan harga jual Rp17.690. Lalu berdasarkan bank notes, harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing ditetapkan sebesar Rp17.490 dan Rp17.690.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 10.16 WIB masing-masing sebesar Rp17.656 dan Rp17.685 untuk e-rate. Lalu untuk TT counter, bank pelat merah itu mematok harga beli sebesar Rp17.570 per dolar AS dan harga jual Rp17.770 per dolar AS.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.20 WIB menetapkan harga beli dan harga jual untuk special rate masing-masing sebesar Rp17.655 dan Rp17.675 per dolar AS. Kemudian, bank dengan logo pita emas itu mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.430 dan harga jual Rp17.730 untuk TT counter. Lalu untuk bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli sebesar Rp17.430 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp17.730 per dolar AS.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rates pada pukul 10.05 WIB masing-masing sebesar Rp17.653 dan Rp17.683. Berdasarkan TT counter, BNI pada pukul 10.05 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.590 dan harga jual Rp17.730. Untuk bank notes, BNI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.590 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp17.730 per dolar AS.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memandang, apabila tren penguatan dolar AS terus berlanjut, level psikologis rupiah diproyeksikan kembali teruji dalam waktu dekat. “Dalam perdagangan di bulan Mei ini, kemungkinan besar [level] Rp18.000 akan tembus. Jika level Rp18.000 tertembus, ada kemungkinan besar rupiah bisa menuju Rp22.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,85 persen disertai aksi jual bersih investor asing sekitar Rp460 miliar. Saham-saham tambang dan energi menjadi yang paling banyak dilepas investor asing, di antaranya ANTM, BREN, AMMN, ADRO, dan DSSA. Meski demikian, Fanny melihat IHSG masih berpeluang mengalami rebound teknikal jangka pendek setelah terkoreksi selama lima hari berturut-turut.

Kesimpulan, kondisi pasar saham Asia yang melemah dan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS membuat investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar dengan seksama. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang tepat dan menghindari kerugian yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *