Ekonomi

Rupiah Melemah, DPR Minta BI Jaga Stabilitas Mata Uang

×

Rupiah Melemah, DPR Minta BI Jaga Stabilitas Mata Uang

Share this article
Rupiah Melemah, DPR Minta BI Jaga Stabilitas Mata Uang
Rupiah Melemah, DPR Minta BI Jaga Stabilitas Mata Uang

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Rupiah masih terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), rupiah ditutup melemah ke Rp17.668 per dolar AS, turun 71 poin atau 0,40 persen. Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, nilai tukar rupiah berada dalam tekanan pada perdagangan Senin di tengah meningkatnya sentimen risk-off global. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terjadi seiring aksi jual besar-besaran pada berbagai instrumen keuangan mulai dari obligasi, saham, kripto, hingga mata uang negara berkembang.

Tekanan pasar dipicu kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump yang dinilai belum memberikan solusi konkret atas konflik AS-Iran. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kembali memburu aset safe haven seperti dolar AS.

Komisi XI DPR RI menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah yang berada di level terlemahnya terhadap dolar AS sepanjang sejarah dan mendekati 17.700 per dolar AS pada Senin (18/5). Salah satu anggota DPR bahkan menyinggung meme kurs rupiah Rp 17.845 per dolar AS yang ramai dibahas di media sosial.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, telah mengadakan rapat bersama Bank Indonesia (BI) pada Senin (18/5), salah satunya membahas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Untuk itu, ia meminta BI melakukan operasi moneter yang terukur. Misbakhun berharap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali sesuai dengan asumsi makro APBN 2026 senilai Rp 16.500.

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis bahwa rupiah masih ada dalam asumsi dasar makro APBN 2026. Dalam asumsi dasar tersebut, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara tahun penuh (full year) adalah Rp 16.500 per dolar AS.

Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat kembali ke level Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini. Optimisme itu muncul meski saat ini mata uang nasional masih berada dalam tekanan akibat faktor global dan tingginya permintaan valuta asing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali menguat mulai Juli-Agustus 2026. Perry menyebut saat ini rupiah memang ada dalam kondisi undervalued karena permintaan terhadap valuta asing sedang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *