Ekonomi

Harga Minyak Sawit Melemah, Pemerintah Berupaya Mengendalikan Harga dan Meningkatkan Produksi Energi Baru

×

Harga Minyak Sawit Melemah, Pemerintah Berupaya Mengendalikan Harga dan Meningkatkan Produksi Energi Baru

Share this article
Harga Minyak Sawit Melemah, Pemerintah Berupaya Mengendalikan Harga dan Meningkatkan Produksi Energi Baru
Harga Minyak Sawit Melemah, Pemerintah Berupaya Mengendalikan Harga dan Meningkatkan Produksi Energi Baru

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juni 2026 | Harga minyak sawit mentah (CPO) bergerak melemah pada perdagangan Senin (15/6/2026) seiring turunnya harga minyak dunia, yang mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel di pasar global. Kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives sempat turun hingga 4.438 ringgit Malaysia per ton pada awal perdagangan.

Namun, hingga jeda siang, kontrak tersebut bergerak relatif stabil di level 4.475 ringgit per ton. Pelemahan harga CPO dipicu oleh tekanan di pasar energi global dan penurunan harga minyak nabati pesaing. Kepala Riset Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan kontrak berjangka CPO bergerak dalam kisaran terbatas setelah dibuka lebih rendah akibat aksi jual yang terjadi pada komoditas energi, minyak kedelai di Chicago, serta kontrak minyak nabati di China.

Sementara itu, pemerintah berupaya mengendalikan harga minyak goreng rakyat (Minyakita) dengan memerintahkan distribusi Minyakita dikelola sepenuhnya oleh badan usaha milik negara (BUMN). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan arahan tersebut telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto sekitar dua pekan lalu dan saat ini sedang dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Di sisi lain, pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat menjadi salah satu solusi paling efektif untuk menekan emisi metana, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gas alam cair (LNG). Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengubah limbah sawit menjadi sumber energi rendah karbon yang bernilai ekonomi.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi energi baru terbarukan (EBT) dengan mengembangkan industri biomethane. PLN EPI membangun ekosistem CBG terintegrasi mulai dari pengamanan pasokan bahan baku, pengembangan fasilitas produksi, hingga penciptaan pasar.

Dalam upaya meningkatkan produksi EBT, pemerintah juga berencana melibatkan asosiasi industri dalam penyusunan mekanisme penilaian harga yang mengacu pada standar internasional dan indeks harga industri yang berlaku. Penilaian kewajaran harga akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kualitas produk, spesifikasi komoditas, biaya logistik, struktur kontrak, hingga faktor-faktor komersial lainnya.

Kesimpulan, pemerintah berupaya mengendalikan harga minyak goreng rakyat dan meningkatkan produksi energi baru terbarukan dengan mengembangkan industri biomethane dan melibatkan asosiasi industri dalam penyusunan mekanisme penilaian harga. Dengan demikian, diharapkan produksi EBT dapat meningkat dan ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dapat berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *