Ekonomi

Pemerintah Dorong Perekonomian Rakyat Melalui Program PSR dan KUR

×

Pemerintah Dorong Perekonomian Rakyat Melalui Program PSR dan KUR

Share this article
Pemerintah Dorong Perekonomian Rakyat Melalui Program PSR dan KUR
Pemerintah Dorong Perekonomian Rakyat Melalui Program PSR dan KUR

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Agustus 2026 | Pemerintah terus berupaya meningkatkan perekonomian rakyat melalui berbagai program, salah satunya adalah Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program PSR bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat, sedangkan KUR bertujuan untuk memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bank Sumut, sebagai bank mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan transparan untuk memperluas manfaat program PSR. Bank Sumut memastikan dana program PSR sebesar Rp 44,5 miliar dapat diakses oleh pekebun kelapa sawit melalui seluruh unit Bank Sumut.

Sementara itu, Bank Mandiri juga terus meningkatkan penyaluran KUR kepada UMKM. Hingga Juni 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 21,41 triliun kepada lebih dari 162 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Penyaluran KUR ini diharapkan dapat membantu UMKM untuk meningkatkan usahanya dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Subang juga terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Saba Lembur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memberikan akses pembiayaan kepada UMKM. Pemerintah Kabupaten Subang bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengembangkan program ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bank Mandiri dan Taspen juga terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi peserta dan penerima manfaat. Keduanya berkomitmen untuk memberikan layanan keuangan yang berorientasi pada kebutuhan pensiunan dan meningkatkan kesejahteraan para pensiunan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melakukan evaluasi terhadap bobot indeks tiga bank pelat merah, yaitu BBRI, BBNI, dan BMRI. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa bobot indeks ketiga bank tersebut mengalami penurunan. Penurunan bobot indeks ini sejalan dengan metodologi baru BEI yang menerapkan batas maksimum bobot (cap) 15% dalam metodologi indeks IDXBUMN20.

Kesimpulan, pemerintah terus berupaya meningkatkan perekonomian rakyat melalui berbagai program, seperti PSR dan KUR. Bank-bank juga terus berupaya untuk memberikan akses pembiayaan kepada UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan perekonomian nasional dapat terus meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *