Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 Mei 2026 | Harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan akhir-akhir ini. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kekuatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya yield obligasi pemerintah.
Menurut laporan terbaru, indeks dolar AS telah mencapai level 99, yang merupakan titik tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, yield obligasi pemerintah 10 tahun juga meningkat, mencapai level 4,53%, yang merupakan level tertinggi dalam setahun terakhir.
Penurunan harga emas ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya inflasi global, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah. Harga minyak mentah telah meningkat lebih dari 40% sejak perang di Timur Tengah dimulai pada Februari lalu.
Bank sentral di seluruh dunia cenderung menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi. Hal ini membuat investasi emas, yang tidak menghasilkan pendapatan, menjadi kurang menarik bagi investor.
Spot emas telah turun 2% menjadi $4.557,61 per ons, sedangkan harga emas futures untuk kontrak Juni turun 2,7% menjadi $4.561,90.
Silver juga mengalami penurunan, turun 7,7% menjadi $77,07 per ons, sedangkan platinum dan palladium juga mengalami penurunan.
Kenaikan dolar AS dan yield obligasi pemerintah membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor. Oleh karena itu, harga emas diperkirakan akan terus turun dalam beberapa waktu ke depan.
Kesimpulan, penurunan harga emas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kekuatan dolar AS, meningkatnya yield obligasi pemerintah, dan inflasi global. Investor perlu memantau perkembangan ini untuk membuat keputusan investasi yang tepat.











