Ekonomi

Chatib Basri Bertemu Prabowo: Kebijakan Ekonomi dan Penguatan Rupiah

×

Chatib Basri Bertemu Prabowo: Kebijakan Ekonomi dan Penguatan Rupiah

Share this article
Chatib Basri Bertemu Prabowo: Kebijakan Ekonomi dan Penguatan Rupiah
Chatib Basri Bertemu Prabowo: Kebijakan Ekonomi dan Penguatan Rupiah

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan ekonom senior Chatib Basri di Istana Kepresidenan Jakarta menjadi sorotan publik. Dalam pertemuan tersebut, Chatib sekaligus meluruskan sejumlah isu, termasuk kabar dirinya ditawari posisi Menteri Keuangan.

Presiden Prabowo Subianto menerima hasil kajian dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengenai dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Selasa sore.

Jajaran DEN, yang dipimpin oleh Ketua Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Septian Hario Seto selaku anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Mochammad Firman Hidayat selaku anggota DEN, dan ekonom senior Chatib Basri, memaparkan temuan mereka di Istana Kepresidenan.

Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Dukungan ini krusial untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi UMKM.

Nilai tukar rupiah menguat signifikan sepekan terakhir, sementara pemerintah fokus tingkatkan ekspor manufaktur. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa penguatan rupiah menguat ini didorong oleh kombinasi sentimen domestik yang positif.

Sentimen tersebut berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal negara. Stabilitas fiskal yang terjaga menjadi salah satu faktor kunci yang menarik investor dan memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan peningkatan porsi ekspor manufaktur Indonesia secara signifikan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa Kemenperin berupaya agar porsi pasar ekspor industri manufaktur dapat meningkat dari 20 persen menjadi 30 persen.

Target ambisius ini akan dicapai tanpa mengurangi kemampuan industri dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Saat ini, komposisi penjualan produk manufaktur masih didominasi oleh pasar dalam negeri, dengan sekitar 80 persen untuk kebutuhan domestik dan 20 persen untuk ekspor.

Peningkatan target ekspor ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain global yang lebih kuat di sektor manufaktur. Diversifikasi pasar dan peningkatan kualitas produk menjadi strategi utama dalam mencapai tujuan ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah terus berupaya memperkuat sektor industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan negara secara berkelanjutan.

Kesimpulan dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan ekonom senior Chatib Basri adalah bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat sektor industri dan UMKM, serta meningkatkan porsi ekspor manufaktur. Dengan demikian, diharapkan perekonomian Indonesia dapat tumbuh lebih kuat dan stabil di tengah tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *