Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (29/7/2026), dibuka di zona hijau dengan menguat 0,17 persen di level 6.141. Pada pembukaan ini, volume perdagangan tercatat di 247 juta saham dengan nilai transaksi Rp109 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 24,78 ribu kali.
Dari sisi market cap atau kapitalisasi pasar, tercatat di angka Rp10,7 triliun. Sebanyak 212 saham mengalami kenaikan dan 85 saham mengalami penurunan, 668 saham lainnya stagnan. Tiga besar top gainers pada pagi hari ini dipimpin oleh Mega Perintis (ZONE) yang menguat 17,65 persen. Disusul Fortune Indonesia (FORU) naik 15,89 persen. Kemudian Alkindo Naratama (ALDO) naik 8,09 persen.
Sementara itu, dari sisi top losers, ada Puri Sentul Permai (KDTN) yang terkoreksi 12,50 persen. Disusul Cerestar Indonesia (TRGU) melemah 4,27 persen. Selanjutnya, Tunas Alfin (TALF) turun 4,13 persen. Dari sisi sektoral, sektor energi mengalami penguatan sebesar 0,40 persen. Kemudian sektor non-siklikal naik 0,18 persen dan sektor siklikal naik 0,05 persen.
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) akan mengincar dana Rp 27,1 triliun dari pelaksanaan rights issue. Perseroan akan menawarkan rights issue 215.096.316.400 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham itu sebesar 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue.
Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham berhak atas 46.235 HMETD, di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru. Adapun harga pelaksanaan rights issue perseroan sebesar Rp 126 per saham.
Perseroan akan memakai dana rights issue antara lain sekitar 76,81% untuk memperoleh saham Borneo Prima milik IMR AH senilai Rp 20,81 triliun oleh perseroan. Transaksi itu dilakukan melalui penyertaan modal IMR AH kepada perseroan dalam bentuk selain uang atau inbreng.
Sisa dana rights issue yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang akan disalurkan oleh perseroan dalam bentuk pinjaman kepada Borneo Prima yang selanjutnya akan dipakai untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional.
Kenaikan harga minyak global juga berimbas pada IHSG. IHSG ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.315,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,86 persen ke posisi 627,12.
Pelemahan IHSG mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor menyusul kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu tekanan inflasi dan mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter global. Lonjakan harga energi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya produksi dan margin keuntungan emiten, terutama di sektor-sektor yang bergantung pada konsumsi bahan bakar.
Kesimpulan, IHSG menguat di awal perdagangan dengan saham FORU naik 15,89 persen. Perseroan FORU juga akan mengincar dana dari pelaksanaan rights issue. Namun, kenaikan harga minyak global berimbas pada IHSG yang ditutup melemah.











