Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Saham GOTO, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, telah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Dengan tren investasi yang terus berkembang, banyak yang bertanya-tanya tentang prospek saham GOTO dan bagaimana perusahaan ini dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Baru-baru ini, terjadi penawaran saham atau initial public offering (IPO) senilai US$75 miliar oleh SpaceX, perusahaan yang diusung oleh Elon Musk. Nilai fantastis ini menjadi salah satu aksi korporasi terbesar dalam sejarah pasar modal global. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi, inovasi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang masih menjadi magnet utama bagi investor.
Namun, di Indonesia, cerita yang berkembang tidak sejalan dengan tren tersebut. Indeks saham teknologi atau IDXTECH terkoreksi 30,91% secara year-to-date (YtD). Penurunan ini menjadikannya sektor dengan kinerja terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini.
Setelah gelombang IPO perusahaan teknologi pada 2021-2022 menghadirkan nama-nama besar seperti GOTO dan Bukalapak, nyaris tidak ada lagi perusahaan teknologi berskala besar yang melantai di bursa. Bahkan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menilai salah satu penyebab koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini adalah minimnya “story” baru di pasar, alih-alih sentimen negatif MSCI.
Dalam konteks ini, Sucor Sekuritas, sebuah perusahaan sekuritas yang telah dipercaya sebagai underwriter dalam beberapa IPO perusahaan besar, termasuk GOTO dan MBMA, memiliki portofolio yang cukup impresif. Dengan pengalaman sebagai joint lead underwriter dalam beberapa IPO, Sucor Sekuritas telah membuktikan kemampuannya dalam mengelola proses IPO dengan sukses.
Sebagai pemegang saham, individu atau organisasi memiliki hak dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Mereka membeli saham di perusahaan dan mendapatkan sebagian kepemilikannya. Selain memperoleh keuntungan dari saham yang dimiliki, shareholder juga memiliki sejumlah hak, seperti hak untuk terlibat langsung dalam pemilihan anggota dewan direksi perusahaan dan mengambil keputusan penting melalui pemungutan suara atau pemilihan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dalam beberapa tahun terakhir, harga saham GOTO telah mengalami fluktuasi. Pada tahun 2022, harga saham GOTO naik 13,02 persen ke posisi Rp 382 per saham. Namun, pada tahun 2023, harga saham GOTO merosot hingga sentuh auto rejection bawah (ARB). Meskipun demikian, analis masih memiliki harapan bahwa saham GOTO dapat pulih dan menjadi salah satu saham terbaik di Indonesia.
Untuk meningkatkan investasi dan mendukung proses industrialisasi nasional, Indonesia perlu memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain, termasuk Prancis. Dengan pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC), diharapkan dapat membuka peluang akselerasi industrialisasi via investasi, hilirisasi, dan transfer teknologi.
Investasi dan hilirisasi sangat penting untuk mendukung proses industrialisasi nasional. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menarik aliran investasi, terutama karena kepastian hukum yang belum memadai. Oleh karena itu, upaya pembenahan kepastian hukum harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mendukung proses industrialisasi nasional.
Kesimpulan, saham GOTO dan tren investasi di Indonesia masih memiliki prospek yang cerah, namun juga dihadapkan pada beberapa tantangan. Dengan memperkuat kemitraan dengan negara-negara lain, meningkatkan investasi, dan memperbaiki kepastian hukum, diharapkan dapat mendukung proses industrialisasi nasional dan meningkatkan perekonomian Indonesia.











