Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 April 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Bank BJB yang dilangsungkan pada Selasa, 28 April 2026 di Gedung Pakuan, Bandung, menjadi sorotan utama publik dan pelaku industri perbankan. RUPS Bank BJB 2026 menetapkan kebijakan strategis berupa peningkatan dividen, percepatan transformasi digital, serta restrukturisasi dewan komisaris dengan penunjukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sebagai Komisaris Utama Independen.
Acara dimulai dengan sambutan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menekankan pentingnya peran Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Barat dan Banten. Ia menambahkan, “Bank BJB harus menjadi bank yang kredibel, tidak hanya eksis sebagai bank pemda, tetapi juga diminati secara nasional.”
Setelah penjelasan singkat mengenai kinerja tahun 2025, dimana total aset Bank BJB tercatat mencapai Rp221,3 triliun, RUPS menyetujui kebijakan dividen sebesar Rp900 miliar. Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi dan menegaskan komitmen bank terhadap pemegang saham.
Berikut rincian keputusan penting yang diambil dalam RUPS Bank BJB 2026:
| Keputusan | Detail |
|---|---|
| Dividen | Rp900 miliar |
| Transformasi Digital | Investasi pada platform perbankan digital, AI, dan layanan fintech |
| Komisaris Utama | Susi Pudjiastuti (Independen) |
| Direktur Utama | Ayi Subarna |
Pembentukan struktur baru tidak lepas dari proses seleksi yang cukup menegangkan. Sebelum RUPS, Dedi Mulyadi mengaku sempat mendapat penolakan saat pertama kali menawarkan posisi Komisaris Utama kepada Susi Pudjiastuti. Setelah melalui serangkaian diskusi dan pertimbangan, Susi akhirnya menerima mandat tersebut, dengan alasan ingin memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan ekonomi Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Susi Pudjiastuti menyampaikan visi singkatnya: “Saya percaya bahwa transformasi digital dan peningkatan kualitas kredit, khususnya untuk UMKM, adalah kunci untuk memperkuat peran Bank BJB dalam perekonomian daerah. Saya siap mendampingi dewan direksi untuk mewujudkan agenda tersebut.”
Susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi yang baru juga diumumkan, antara lain:
- Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti
- Komisaris Independen: Novian Herodwijanto
- Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan
- Komisaris: Rudie Kusmayadi
- Komisaris: Herman Suryatman
- Komisaris: Tomsi Tohir
- Direktur Utama: Ayi Subarna
- Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah
- Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
- Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana
- Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini
- Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As’adi Budiman
- Direktur Operasional: Herfinia
Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen tidak hanya menjadi simbol kepercayaan Gubernur Dedi Mulyadi terhadap integritas dan kapabilitasnya, namun juga menandai langkah strategis Bank BJB untuk memperkuat governance dan meningkatkan reputasi di tingkat nasional.
Transformasi digital menjadi agenda utama yang dicanangkan dalam RUPS Bank BJB 2026. Bank BJB berencana mengalokasikan dana signifikan untuk pengembangan aplikasi mobile banking, platform pinjaman berbasis AI, serta integrasi layanan fintech yang dapat mempercepat proses kredit bagi pelaku UMKM. Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menekankan, “Biaya operasional harus semakin menurun, dividen semakin meningkat, dan kinerja banknya terus meningkat baik pinjaman maupun simpanan.”
Secara keseluruhan, RUPS Bank BJB 2026 mencerminkan upaya bank untuk beradaptasi dengan dinamika industri perbankan yang semakin digital, sekaligus menegaskan komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan struktur kepemimpinan yang baru, diharapkan Bank BJB dapat meningkatkan kualitas layanan, menurunkan non-performing loan (NPL), dan memperluas pangsa pasar, tidak hanya di Jawa Barat namun juga di tingkat nasional.
Langkah-langkah konkret yang direncanakan meliputi peningkatan literasi digital nasabah, penyediaan produk kredit mikro yang terjangkau, serta kolaborasi dengan startup teknologi finansial untuk mempercepat inovasi layanan. Semua ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perbankan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan fondasi kepemimpinan baru dan strategi digital yang ambisius, Bank BJB berada pada posisi yang kuat untuk menavigasi tantangan industri perbankan di era pasca-pandemi serta berkontribusi secara signifikan pada pembangunan ekonomi Jawa Barat.











