Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juni 2026 | Lo Kheng Hong, yang dikenal sebagai Warren Buffett Indonesia, masih mempertahankan statusnya sebagai salah satu pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dengan kepemilikan jumbo. Berdasarkan data terbaru, Lo Kheng Hong menempati posisi kedelapan daftar pemegang saham PGAS terbesar per akhir Mei 2026, dengan kepemilikan 196,76 juta lembar saham atau setara dengan 0,81%.
PGAS akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar US$172,29 juta atau Rp125,60 per saham. Keputusan perseroan membagikan dividen tunai dari laba bersih 2025 telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.
Sementara itu, PT Intiland Development Tbk. (DILD), emiten properti favorit Lo Kheng Hong, menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun sepanjang 2026, meningkat sekitar 21,1% dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai Rp1,61 triliun. Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono mengatakan bahwa marketing sales sebesar Rp1,95 triliun disusun dengan mempertimbangkan prospek pasar properti yang masih bergerak selektif, meski tetap menyimpan peluang pertumbuhan terutama pada segmen perumahan dan kawasan industri.
Strategi pemasaran tahun ini akan difokuskan pada optimalisasi proyek eksisting, penjualan stok siap jual, penguatan segmen perumahan dan kawasan industri, serta penyusunan program pemasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Perseroan juga tengah menyiapkan sejumlah proyek baru untuk mendukung pertumbuhan penjualan, termasuk pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur serta peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II/2026.
Di lain pihak, terdapat juga investor asing yang melakukan akumulasi senyap saham-saham Intiland. Hope Diamond Management Ltd. telah mengakumulasi saham DILD hingga tembus 13,55 persen porsi modal disetor. Aksi borong investor baru di emiten kebanggaan Lo Kheng Hong itu terpantau agresif dalam dua hari perdagangan awal Juni 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, Lo Kheng Hong telah menunjukkan kemampuan dalam memprediksi tren pasar dan melakukan investasi yang tepat. Dengan strategi bisnis yang matang dan kemampuan analisis yang tajam, Lo Kheng Hong telah menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia bisnis Indonesia.
Kesimpulan, Lo Kheng Hong masih mempertahankan statusnya sebagai salah satu pemegang saham PGAS terbesar dan terus memperluas portofolio investasinya. Dengan strategi bisnis yang matang dan kemampuan analisis yang tajam, Lo Kheng Hong telah menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia bisnis Indonesia. Intiland, sebagai emiten properti favorit Lo Kheng Hong, terus menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan proyek-proyek baru dan meningkatkan penjualan.











