Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Juni 2026 | Michelle Yeung, seorang insinyur perangkat lunak berusia 29 tahun, telah meninggalkan pekerjaannya dengan gaji $250.000 per tahun untuk membuka sebuah kafe matcha di Manhattan. Yeung, yang dulunya bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di New York, merasa tidak terhubung dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk mengambil langkah besar dengan membuka usaha matcha sendiri.
Yeung mengatakan bahwa dia telah merasa tidak puas dengan pekerjaannya dan ingin mencari sesuatu yang lebih bermakna. Setelah melakukan penelitian dan mempelajari tentang matcha, Yeung memutuskan untuk membuka kafe matcha di Manhattan. Kafe tersebut, yang diberi nama Matcha House, telah dibuka sejak Juli 2025 dan diharapkan akan membayar Yeung sekitar $33.000 per tahun, yang merupakan penurunan sebesar 87% dari gaji sebelumnya.
Yeung tidak mengambil keputusan ini dengan sembarangan. Sebelum membuka kafe, dia telah melakukan penelitian tentang matcha, bekerja di Starbucks untuk mempelajari operasional, dan berjuang dengan kontraktor untuk mengubah sebuah toko kosong di Manhattan menjadi kafe matcha. Yeung yakin bahwa kafenya akan menguntungkan dalam tahun pertama dan bahwa perubahan ini sepadan dengan apa yang dia dapatkan.
Selain Yeung, ada juga David Chae, seorang mahasiswa Babson yang telah membuat merek matcha viral, byChae. Chae telah berkeliling di sekitar Boston untuk menjual matcha dan telah bekerja sama dengan beberapa merek besar. Sekarang, dia akan membuka kafe matcha di Newbury Street, Boston.
Matcha juga telah menjadi tren di kalangan bartender. Beberapa bartender telah mulai menggunakan matcha sebagai bahan dalam koktail mereka. Matcha dipercaya dapat memberikan rasa yang unik dan menyegarkan pada koktail.
Dengan demikian, matcha telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai bahan dalam koktail dan bahkan sebagai bisnis yang menguntungkan.
Kesimpulan, matcha telah menjadi fenomena yang sangat populer di kalangan masyarakat, baik sebagai minuman, bahan koktail, maupun sebagai bisnis. Dengan kisah sukses Michelle Yeung dan David Chae, matcha telah membuktikan bahwa dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan dan memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk memulai bisnis mereka sendiri.









