Bisnis

Tabel Pinjaman KUR BRI: Simulasi dan Syarat Pengajuan untuk Pengembangan Usaha

×

Tabel Pinjaman KUR BRI: Simulasi dan Syarat Pengajuan untuk Pengembangan Usaha

Share this article
Tabel Pinjaman KUR BRI: Simulasi dan Syarat Pengajuan untuk Pengembangan Usaha
Tabel Pinjaman KUR BRI: Simulasi dan Syarat Pengajuan untuk Pengembangan Usaha

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Juli 2026 | Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI masih menjadi salah satu program pembiayaan yang paling diminati pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini lantaran menawarkan akses permodalan dengan suku bunga kompetitif serta persyaratan yang relatif mudah dijangkau.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebutkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi bank dengan pencapaian kinerja tertinggi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Pencapaian ini disampaikan Maruarar Sirait usai menghadiri rapat persiapan penyerahan sertifikat gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sekaligus pelaksanaan Program KUR Perumahan BRI di Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan perkembangan penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi yang terdiri atas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KUR Perumahan. Menurutnya, dari data yang dikumpulkan, target yang dibebankan kepada kementerian dan turunannya sekitar Rp95 triliun, terdiri dari FLPP sebesar Rp45 triliun dan KUR Perumahan yang meningkat dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

BRI mengambil peran sebesar Rp62 triliun, yakni Rp10 triliun untuk KPR subsidi atau FLPP dan Rp52 triliun untuk KUR Perumahan. Untuk KUR Perumahan sendiri, dari target yang disampaikan kepada BRI, pencapaian BRI sudah hampir 89%.

Untuk FLPP, dari target Rp10 triliun yang diberikan, BRI telah menyalurkan sekitar 32%. Secara keseluruhan, penyaluran FLPP dan KUR Perumahan telah mencapai Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. BRI optimistis hingga Desember nanti target tersebut bisa tercapai bahkan melampaui 100%.

Sementara itu, bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal usaha, BNI juga menawarkan program KUR 2026 dengan beberapa jenis pinjaman, seperti KUR Mikro, KUR Kecil, dan BNI Fleksi. Plafon pinjaman untuk KUR Mikro yakni Rp10 juta hingga Rp50 juta, dengan tenor maksimal 36 bulan dan suku bunga sekitar 9 persen efektif per tahun.

Bagi pelaku usaha yang membutuhkan dana lebih besar, BNI juga menawarkan KUR Kecil dengan plafon pinjaman hingga Rp1 miliar, dengan tenor maksimal 60 bulan untuk modal kerja dan hingga 120 bulan untuk pembiayaan investasi. Suku bunga untuk KUR Kecil sekitar 9,95 persen efektif per tahun.

Untuk KUR BNI 2026, pelaku usaha bisa mengajukan pinjaman dengan plafon hingga Rp500 juta, yang terbagi dalam beberapa jenis. Salah satu jenis KUR BNI 2026 yang paling diminati adalah KUR dengan Kategori Mikro, dengan plafon pinjaman Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Bagi nasabah yang berencana mengajukan pinjaman KUR BRI, tersedia simulasi tabel angsuran yang bisa diakses. Misalnya, untuk pinjaman Rp50 juta, cicilan mulai dari Rp966 ribuan per bulan, tergantung pada tenor yang dipilih. Suku bunga efektif sebesar 6 persen per tahun.

Simulasi angsuran KUR BRI untuk pinjaman Rp100 juta juga tersedia, dengan cicilan mulai dari Rp1,9 juta hingga Rp8,6 juta per bulan, tergantung pada tenor yang dipilih.

Kesimpulan, program KUR BRI dan BNI merupakan solusi pembiayaan yang sangat diminati para pelaku usaha, terutama UMKM. Dengan suku bunga kompetitif dan persyaratan yang relatif mudah dijangkau, program ini membantu pengembangan usaha dan perekonomian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *