Ekonomi

BI Rate Tetap 5,75%, Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

×

BI Rate Tetap 5,75%, Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

Share this article
BI Rate Tetap 5,75%, Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi Terjaga
BI Rate Tetap 5,75%, Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Juli 2026 | Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026. Keputusan ini menunjukkan konsistensi kebijakan moneter BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain BI Rate, BI juga menahan suku bunga deposit facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 6,5 persen. Tidak adanya perubahan pada instrumen-instrumen suku bunga utama ini mengindikasikan bahwa bank sentral menilai tingkat suku bunga saat ini masih sejalan dengan target inflasi dan upaya untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter tetap difokuskan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi berada dalam sasaran pemerintah. BI memperluas berbagai insentif guna meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik bagi investor asing.

Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah menaikkan insentif Swap Jual Lindung Nilai dari 10 persen menjadi 12,5 persen, serta memberikan insentif DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 15 persen. Menurut Perry, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga arus masuk modal asing di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah BI menahan BI Rate. Airlangga mengatakan, dengan ditahannya BI Rate bisa mengerek penyaluran kredit. Ketika kredit mengalir, maka ekonomi bergerak dan berdampak ke pertumbuhan.

Langkah ini tidak akan mengganggu upaya memperkuat nilai tukar rupiah, sebab sejauh ini rupiah sudah tidak mengalami pelemahan ekstrem lagi. Yang terpenting saat ini adalah memicu pertumbuhan ekonomi. Dengan kebijakan ini, sektor riil bisa tetap bergerak dan ekonomi domestik dapat terus tumbuh.

Kesimpulan dari keputusan BI untuk mempertahankan BI Rate adalah upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan kebijakan ini, Indonesia dapat terus meningkatkan daya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *