Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Pasar modal Indonesia mengalami kinerja gemilang sepanjang pekan ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam sebesar 7,38% dan ditutup pada level 6.007,656. Posisi ini naik drastis dibandingkan penutupan pekan lalu yang berada di angka 5.594,765.
Naiknya IHSG sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas bursa saham Asia yang juga kompak bergerak menguat. Hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi para investor setelah adanya upaya diplomatik baru antara AS-Iran pasca insiden serangan sebelumnya, sehingga juga terdapat ekspektasi akan pembukaan selat Hormuz dan menurunkan harga minyak mentah dunia.
Beberapa saham menjadi top leaders yang mendorong penguatan IHSG selama sepekan terakhir, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut meningkat 7,31% menjadi Rp10.524 triliun dari Rp9.807 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,14% menjadi 2,51 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,41 juta kali transaksi.
Investor asing pada perdagangan hari terakhir pekan ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp287,84 miliar. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, investor asing masih membukukan jual bersih Rp67,344 triliun.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya kepercayaan investor global, sehingga IHSG berhasil menembus level psikologis 6.000.
IHSG yang kembali ke level 6.000 ini merupakan bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN.
Kepercayaan investor global tetap tinggi, sehingga IHSG kembali ke level 6.000. Ini adalah bukti bahwa investor memiliki kepercayaan penuh pada perekonomian Indonesia dan BUMN.
Dalam beberapa hari ke depan, IHSG diperkirakan masih berpotensi menguat, dan bergerak pada kisaran support 5.900 hingga 6.000, dan resistance 6.150 hingga 6.220.
Kesimpulan, IHSG mengalami kenaikan signifikan sepanjang pekan ini dan kembali menembus level psikologis 6.000. Hal ini didorong oleh kepercayaan investor global yang tetap tinggi dan ekspektasi akan pembukaan selat Hormuz yang dapat menurunkan harga minyak mentah dunia.











