Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Juli 2026 | Sepak bola Yogyakarta kembali mengalami duka yang mendalam. Fajar Listiyantoro, mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, meninggal dunia pada Sabtu (25-7-2026) dini hari dalam usia 45 tahun. Ia tutup usia setelah berjuang melawan penyakit ginjal yang dideritanya.
Fajar merupakan adik kandung mantan pelatih PSS dan PSIM, Seto Nurdiyantoro. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Glondong, RT 001 RW 001, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Almarhum dimakamkan di TPU Sasono Loyo, Tegal Kalibening, Sabtu ini, pukul 14.00 WIB.
Dalam beberapa waktu terakhir, Fajar Listiyantoro menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin. Kondisi tersebut membuatnya menepi dari aktivitas sebagai pelatih SSB Potorono U-15. Selama kurang lebih lima bulan terakhir, ia bolak-balik mendapatkan perawatan di rumah sakit karena kondisi kesehatannya.
Gejala awal mulai ia rasakan saat hendak menyaksikan pertandingan PSS maupun PSIM. Ia mengaku tubuhnya mudah lelah, bahkan saat menaiki tangga stadion. Pemeriksaan di rumah sakit pada 14 Maret lalu mengungkap kadar kreatinin dan ureum meningkat drastis. Tekanan darahnya juga melonjak sehingga dokter menyarankan agar segera menjalani cuci darah.
Kabar kepergian Fajar disampaikan Seto melalui akun Instagram pribadinya. Fajar sendiri merupakan sosok yang lekat dengan sepak bola Yogyakarta. Ia memperkuat dua tim besar atas DIY yaitu PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta dan ia identik dengan nomor punggung 27 dan juga lemparan ke dalamnya.
Legenda sepak bola DIY, Fajar Listiyantoro, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026) usai beberapa bulan berjuang melawan penyakit gagal ginjal. Sosok yang dikenal dengan "lemparan roket" ini merupakan mantan pemain PSS Sleman, PSIM Jogja, PPSM Magelang, hingga Timnas U-23 Indonesia.
Mendiang berpulang akibat komplikasi usai rutin cuci darah. Kepergian sang legenda meninggalkan duka mendalam bagi publik sepak bola Tanah Air.
Di lain sisi, PSS Sleman kini telah memiliki sembilan legiun asing untuk mengarungi Super League 2026/2027. Seluruh pemain itu sudah mengikuti sesi latihan reguler di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (22/7/2026) sore WIB.
Dalam kesimpulan, kepergian Fajar Listiyantoro meninggalkan duka yang mendalam bagi sepak bola Yogyakarta. Ia merupakan legenda yang memiliki dedikasi dan cinta yang tak pernah padam pada lapangan hijau. Kepergiannya akan selalu dikenang oleh publik sepak bola Tanah Air.











