Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan mengalami pelemahan setelah lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan hasil rebalancing Mei 2026. IHSG kemarin ditutup melemah 0,68% ke level 6.858. Analis memprediksi IHSG akan koreksi ke rentang 6.644-6.727.
Beberapa saham seperti BBCA, BIRD, hingga ISAT masuk dalam radar rekomendasi analis. Sementara itu, saham properti seperti SWID dan SMRA justru mengalami penguatan. IHSG pagi ini dibuka melemah ke level 6.763,94 dan terus turun hingga 6.751,42, mencatat penurunan 1,57 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Mayoritas indeks saham unggulan seperti LQ45, IDX30, dan IDX80 turut terkoreksi di zona merah dengan pelemahan antara 0,63 hingga 1,74 persen. Namun, beberapa saham seperti SWID, KOPI, ELPI, APLI, KONI, PEGE, dan GRIA justru mencatat penguatan pada awal perdagangan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai secara teknikal, IHSG akan kembali menguji area support 6.763–6.715. Ia merekomendasikan saham AADI, BRPT, dan CMRY sebagai pilihan investasi.
MSCI menghapus enam saham Indonesia dari indeks global, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Sementara itu, 13 saham Indonesia dicoret dari MSCI Small Cap Index, meliputi ANTM, AALI, BANK, dan BSDE.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyebut koreksi yang terjadi pagi ini merupakan konsekuensi dari perbaikan dalam aksi reformasi pasar modal. Ia menilai pelemahan yang terjadi ini masih tergolong wajar karena tidak terjun signifikan.
Untuk itu, investor perlu memantau pergerakan IHSG dan melakukan strategi investasi yang tepat. Dengan memahami proyeksi pergerakan IHSG dan rekomendasi saham, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak.











