Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | PT Telkom Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp146,7 triliun di tahun 2025, dengan fokus pada transformasi TLKM 30 untuk memperkuat daya saing dan nilai jangka panjang. Direktur Utama Dian Siswarini mengatakan bahwa Telkom terus memperkuat fundamental bisnis dan mempercepat eksekusi transformasi untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Transformasi TLKM 30 memiliki empat pilar utama, yaitu operational and service excellence, streamlining, unlock value, serta modus-operandi shift menuju strategic holding. Pada pilar streamlining, Telkom melakukan penataan portofolio bisnis noninti, termasuk proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada semester pertama 2026.
Telkom juga merampingkan sejumlah entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan bisnis inti TelkomGroup. Pada pilar unlock value, Telkom menjalankan inisiatif fiber carve-out melalui pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity kepada InfraNexia.
Di segmen bisnis B2C, Telkomsel sebagai operating company mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,2 triliun sepanjang 2025. Trafik data meningkat 15 persen secara tahunan seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital masyarakat. Perseroan juga mencatat average revenue per user (ARPU) mulai menunjukkan tren pemulihan sejak semester kedua 2025.
Telkom Indonesia juga meluncurkan program Transformasi TLKM 30 untuk memperkuat bisnis dan daya saing di era digital, fokus pada tata kelola dan efisiensi. Telkom siapkan Sovereign AI untuk 2028, dengan fokus pada pengembangan AI lokal, integrasi solusi digital, dan penyimpanan data nasional.
Kesimpulan, Telkom Indonesia terus berupaya meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing di era digital melalui transformasi TLKM 30. Dengan fokus pada tata kelola dan efisiensi, Telkom siap menghadapi tantangan di masa depan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.











