Bisnis

Barito Renewables Energy Lepas 38,4 Juta Saham, Free Float Meningkat di Tengah Tekanan MSCI

×

Barito Renewables Energy Lepas 38,4 Juta Saham, Free Float Meningkat di Tengah Tekanan MSCI

Share this article
Barito Renewables Energy Lepas 38,4 Juta Saham, Free Float Meningkat di Tengah Tekanan MSCI
Barito Renewables Energy Lepas 38,4 Juta Saham, Free Float Meningkat di Tengah Tekanan MSCI

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melanjutkan strategi de‑divestasi dengan menjual 38,4 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada 20 April 2026. Penjualan dilakukan melalui sepuluh transaksi dengan rentang harga antara Rp6.375 hingga Rp6.675 per lembar, menghasilkan dana bersih sekitar Rp251,4 miliar.

Transaksi ini bertujuan meningkatkan free float dan likuiditas BREN di pasar modal. Setelah aksi tersebut, kepemilikan langsung BRPT di BREN turun tipis dari 64,666 % menjadi 64,637 %, namun posisi sebagai pemegang saham pengendali tetap terjaga. Langkah serupa juga dilakukan oleh afiliasi Prajogo Pangestu, Green Era Energy Pte. Ltd, yang pada 6 April 2026 melepas 350 juta lembar saham BREN dengan harga Rp4.510 per lembar, menghasilkan dana segar sekitar Rp1,57 triliun.

Saham BREN tercatat melemah pada sesi pertama perdagangan 23 April 2026, turun 6,02 % menjadi Rp5.075. Dalam seminggu terakhir, harga saham mengalami koreksi sebesar 19,76 % dan penurunan tahunan mencapai 47,68 %. Volume perdagangan harian mencapai 11,7 juta lembar dengan nilai transaksi Rp61,19 miliar, menandakan tingkat aktivitas yang tinggi meskipun harga berada dalam tren penurunan.

Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama, yang tercatat turun 1,27 % menjadi Rp7.445,96. Saham-saham konglomerat lain, termasuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), juga mengalami penurunan masing‑masing 3,98 % dan 4,38 %.

Selain tekanan pasar umum, BREN menghadapi tantangan khusus terkait status High Shareholding Concentration (HSC) yang ditetapkan oleh MSCI. Pada akhir April 2026, BREN tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan sebesar 97,31 %, menjadikannya salah satu sembilan emiten Indonesia yang masuk dalam daftar HSC. MSCI telah mengumumkan pembekuan rebalancing indeks Mei 2026 dan menyingkirkan saham-saham HSC dari komponennya, termasuk BREN, sebagai langkah untuk mengurangi risiko investabilitas.

BEI (Bursa Efek Indonesia) menjelaskan bahwa perusahaan yang berada dalam kategori HSC dapat memperbaiki struktur kepemilikan melalui aksi korporasi seperti refloat atau corporate action lain. Upaya menambah free float yang dilakukan BRPT dan Green Era Energy merupakan contoh konkret untuk menurunkan tingkat konsentrasi saham dan memenuhi harapan regulator serta indeks global.

Emiten Konsentrasi Kepemilikan
Barito Renewables Energy (BREN) 97,31 %
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 95,76 %
Abadi Lestari Indonesia (RLCO) 95,35 %
Rockfields Properti Indonesia (ROCK) 99,85 %

Langkah de‑divestasi dan penambahan free float diharapkan dapat memperbaiki citra BREN di mata investor institusional, sekaligus membuka peluang bagi partisipasi publik yang lebih luas. Meskipun harga saham masih berada di bawah level tertinggi tahun ini, likuiditas yang lebih tinggi dapat menurunkan volatilitas dan menarik minat pembeli baru.

Analisis pasar menyebutkan bahwa pergerakan saham energi terbarukan di Indonesia masih dipengaruhi oleh faktor regulasi, kebijakan energi nasional, serta dinamika harga komoditas global. Dengan dukungan grup konglomerat seperti Barito Pacific dan jaringan afiliasi internasional, BREN memiliki potensi untuk mengoptimalkan portofolio proyek energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan biomassa.

Secara keseluruhan, aksi penjualan saham ini mencerminkan upaya strategis BRPT untuk menyeimbangkan kepemilikan, meningkatkan transparansi, dan menyiapkan BREN agar dapat bersaing di pasar modal internasional. Jika konsentrasi kepemilikan dapat terus menurun, BREN berpeluang kembali masuk dalam indeks MSCI pada periode evaluasi berikutnya, yang tentunya akan meningkatkan aliran dana asing ke saham perusahaan.

Investor disarankan terus memantau perkembangan kebijakan free float, laporan keuangan kuartalan BREN, serta keputusan regulator terkait HSC untuk menilai risiko dan peluang investasi secara lebih komprehensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *