BERITA

Tragedi ART Benhil: Dua Pekerja Rumah Tangga Loncat dari Lantai 4, Satu Meninggal, Satu Patah Tangan

×

Tragedi ART Benhil: Dua Pekerja Rumah Tangga Loncat dari Lantai 4, Satu Meninggal, Satu Patah Tangan

Share this article
Tragedi ART Benhil: Dua Pekerja Rumah Tangga Loncat dari Lantai 4, Satu Meninggal, Satu Patah Tangan
Tragedi ART Benhil: Dua Pekerja Rumah Tangga Loncat dari Lantai 4, Satu Meninggal, Satu Patah Tangan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Jakarta Pusat, Bendungan Hilir (Benhil) – Pada malam Rabu, 22 April 2026, dua asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di sebuah rumah kos berlantai empat terjun dari lantai empat. Salah satu korban meninggal dunia di rumah sakit, sementara yang lainnya mengalami patah tangan dan masih dirawat intensif. Kedua korban diketahui berasal dari provinsi Jawa Tengah, satu dari Brebre​s dan satu lagi dari Batang, meski beberapa saksi sempat menyebut asal Pekalongan.

Korban pertama berinisial D, berusia 18 tahun, ditemukan dalam posisi tengkurap dengan luka parah di kepala dan dada. Tim medis menyatakan luka tersebut tidak dapat diselamatkan, sehingga D dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Mintohardjo. Korban kedua berinisial R, berusia 30 tahun, ditemukan dalam posisi miring, memegangi bagian belakang tubuh dan pergelangan tangan yang tampak patah. R berhasil dievakuasi ke rumah sakit yang sama, di mana dokter menegaskan patah tangan membutuhkan penanganan operasi dan rehabilitasi.

Saksi mata, Nani (68) yang merupakan warga RT 005/RW 002, menjelaskan bahwa kedua korban baru bekerja di kos tersebut. D konon sudah tiga bulan tinggal di sana, sedangkan R baru seminggu. Nani menemukan KTP R yang mencantumkan alamat di Brebes, sementara identitas D tidak dapat ditemukan karena kondisi KTPnya rusak parah.

Saksi lain, Thamrin (35), melaporkan bahwa sebelum kejadian terdengar lima kali suara benda jatuh keras. Ia sempat bermain game di teras rumah kos ketika suara itu terjadi. Karena penasaran, ia menyalakan senter ponsel dan melihat dua perempuan tergeletak di tanah bersama beberapa tas. Thamrin menghubungi tetangga, ketua RT, dan layanan ambulans. Ia menyebutkan bahwa salah satu korban mengeluh sakit pada pergelangan tangannya, menegaskan adanya patah tangan.

Polisi Metro Jakarta Pusat, yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Menurutnya, motif loncatan diduga karena kedua ART tidak betah atau ingin melarikan diri dari majikan. Beberapa laporan media menyebutkan adanya dugaan penahanan di kamar kos, namun penyelidikan belum dapat mengonfirmasi hal tersebut. Polda Metro Jaya juga membuka kemungkinan unsur pidana, termasuk kekerasan terhadap pekerja migran domestik.

Bangunan kos terletak di Jalan Bendungan Walahar Buntu No. 32, dengan empat lantai. Lantai pertama hingga ketiga berfungsi sebagai kamar-kamar kos, masing‑masing dilengkapi balkon berpagar teralis. Lantai empat berisi ruang penyimpanan dan toren air, serta dikelilingi tembok dengan teralis tengah. Lokasi kejadian berada di sisi kiri bangunan, ditandai dengan nomor 1 dan 2 pada peta TKP yang diambil tim penyidik.

Kepala Desa Ngroto, Kabupaten Batang, Siam Susanto, mengonfirmasi bahwa D adalah warga desa yang baru kembali ke Jakarta usai Lebaran. Jenazah D masih menunggu proses otopsi sebelum dapat dipulangkan ke kampung halaman. Sementara R, yang berasal dari Desa Wonosobo, Batang, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga korban menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi ini dan menuntut keadilan serta perlindungan bagi pekerja rumah tangga migran.

Kasus ini menambah deretan insiden serupa yang menyoroti kondisi kerja ART di ibu kota. Pemerintah daerah dan kementerian terkait diharapkan memperkuat regulasi serta pengawasan demi mencegah terulangnya kejadian serupa. Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV sekitar kos, dan menyiapkan berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

Dengan dua nyawa terancam, satu berakhir tragis, tragedi ART Benhil menjadi peringatan akan pentingnya perlindungan hak pekerja rumah tangga, serta kebutuhan akan mekanisme pelaporan kekerasan yang dapat diakses dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *