BERITA

Serangan Israel di Lebanon Memanas, Total Korban Tewas Mencapai 2600 Orang Sejak Maret 2026

×

Serangan Israel di Lebanon Memanas, Total Korban Tewas Mencapai 2600 Orang Sejak Maret 2026

Share this article
Serangan Israel di Lebanon Memanas, Total Korban Tewas Mencapai 2600 Orang Sejak Maret 2026
Serangan Israel di Lebanon Memanas, Total Korban Tewas Mencapai 2600 Orang Sejak Maret 2026

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Mei 2026 | Setelah serangan Israel di Lebanon yang terus meningkat, total korban tewas telah mencapai 2600 orang sejak Maret 2026. Serangan-serangan ini terus berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang telah ditandatangani pada 17 April dan diperpanjang hingga pertengahan Mei.

Hizbullah, kelompok yang berbasis di Lebanon, telah melancarkan 24 serangan terhadap tentara Israel di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir. Serangan-serangan tersebut menargetkan kumpulan pasukan Israel, tank Merkava, buldoser D9, perlengkapan militer, dan pusat komando baru yang dibangun Israel di beberapa wilayah perbatasan.

Menurut Hizbullah, serangan-serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Israel dan serangan terhadap warga sipil serta desa-desa di Lebanon selatan. Sementara itu, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah mencegat target udara mencurigakan yang diluncurkan dari Lebanon setelah sirene diaktifkan di wilayah utara.

Serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 2600 orang, melukai 8693 lainnya, dan menyebabkan lebih dari sejuta orang mengungsi. Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara kedua negara pada 14-15 Mei di Washington, DC.

Kondisi di Lebanon semakin memburuk dengan serangan-serangan yang terus berlanjut. Warga sipil terus mengalami kesulitan dalam mencari perlindungan dan akses ke kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan obat-obatan. Organisasi kemanusiaan internasional terus berusaha untuk membantu warga sipil yang terkena dampak konflik ini.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi di perbatasan Israel dan Lebanon semakin panas. Sirene serangan udara berbunyi di beberapa wilayah Galilea Atas, Israel, untuk kedua kalinya dalam hitungan jam setelah adanya laporan infiltrasi drone dari Lebanon. Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah mencegat target udara mencurigakan yang diluncurkan dari Lebanon setelah sirene diaktifkan di wilayah utara.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik antara Israel dan Lebanon dapat semakin memburuk. Upaya-upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencari solusi damai, namun serangan-serangan yang terus berlanjut membuat situasi semakin sulit untuk dikendalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *