Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Mei 2026 | Waktu menunjuk pukul 07.00 WIB, mentari pun mulai terlihat malu-malu, mengintip dari balik pepohonan pinus yang berjajar rapi di sisi jalanan tanah yang telah dikeraskan. Sinarnya menyusup di sela-sela pepohonan menghapus butiran-butiran embun yang menempel di ujung dedaunan.
Sepagi itu Pratu Ferdiawan, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 Kodim 0806/Trenggalek sibuk melansir material yang akan digunakan untuk mengecor jalan sepanjang 772 meter di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Sesekali dia menghentikan motornya, mengambil napas, kemudian melepaskannya pelan, lalu kembali melewati jalanan tanah yang kini semakin terjal nan menanjak. Tanpa disadari, pandangannya mengarah pada jalanan beton yang terlihat berwarna putih, berkelok, membelah hutan-hutan pinus.
Pandangannya ditajamkan, seakan tidak percaya dengan yang telah dikerjakannya bersama 150 personel Satgas TMMD ke 128 bersama warga Desa Sukorejo. “Tinggal beberapa meter, semangat!” teriaknya, dan terus memacu motornya.
Perjuangan Demi Wujudkan Asa Warga Semangat para prajurit inilah yang membuat Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke 128 Kodim 0806/Trenggalek Letkol Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, SH. MSi, bangga.
Apalagi bila mengingat perjuangan personel Satgas TMMD ke 128 menghadapi medan yang berat demi untuk mewujudkan asa warga Sukorejo. Bayangkan, lanjut Dansatgas, untuk mengangkut material yang akan digunakan untuk pembuatan rabat jalan harus melaui medan yang sulit di ketinggian berupa jalan menanjak, Kondisi jalan yang sempit dan kontur tanah liat berbatu sehingga menyulitkan dalam pengerjaan dan dropping material.
“Hal itu yang coba diatasi dengan cara membuka jalan menggunakan alat berat sehingga droping material dapat berjalan menggunakan pickup dan motor roda 2, dengan kerjasama anatara tni dan semangat gotong royong dari warga setempat TMMD ke-128 dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain material lanjut pria yang juga menjabat Dandim 0806/Ttrenggalek adalah ketersediaan air untuk pengecoran jalan. “Tidak sepenuhnya truk tangki yang kita gunakan mampu mengangkut air ke lokasi sasaran. Kalau terjadi hal seperti itu satu-satunya jalan ya dilangsir,” ungkapnya.
Karena hal itu, Dansatgas pun berusaha memaksimalkan anggotanya untuk berbagi tugas, “Alhamdulillah dengan kondisi medan yang berat ditambah cuaca yang tetiba hujan, akhirnya pengerjaan selesai,” ucapnya bangga.
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Semangat dari anggota Satgas TMMD lanjut Dansatgas, menjadi tantangan karena membayangkan masyarakat di Desa Sukorejo yang harus mengangkut hasil pertanian.
Pria yang juga menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0806/Trenggalek ini lantas mengingatkan, TMMD ini juga bagian operasi bakti sesuai amanat undang-undang yang dilaksanakan Kodim bersama dengan Pemkab dan stakeholder lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu dia berharap pembangunan jalan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan infrastruktur dan meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Desa Sukorejo.











