BERITA

Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Kakek di Banyumas, Simbol Penghormatan Sejarah Keluarga

×

Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Kakek di Banyumas, Simbol Penghormatan Sejarah Keluarga

Share this article
Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Kakek di Banyumas, Simbol Penghormatan Sejarah Keluarga
Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Kakek di Banyumas, Simbol Penghormatan Sejarah Keluarga

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan ziarah Prabowo ke makam kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, dan neneknya, R.A. Siti Katoemi Wirodihardjo, pada sore 28 April 2026. Kunjungan berlangsung di kompleks pemakaman Desa Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sesudah Presiden meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kalibagor.

Sesaat setelah menilai proses pengolahan sampah yang menggabungkan teknologi sederhana namun efektif, Prabowo melanjutkan agenda dengan menapaki jejak sejarah keluarga. Dalam unggahan resmi di akun media sosial pribadinya, ia menuliskan, “Ziarah ke makam Eyang Kakung, R.M. Margono Djojohadikusumo, dan Eyang Putri, R.A. Siti Katoemi Djojohadikusumo, di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.”

R.M. Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan tokoh ekonomi nasional pada era kemerdekaan. Kehadirannya di kompleks makam Dawuhan tidak hanya menjadi tempat peristirahatan pribadi, melainkan juga simbol kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Kompleks makam Dawuhan menampung sejumlah tokoh dan bangsawan lokal, antara lain:

  • Tumenggung Yudhanegara II
  • Tumenggung Dipayuda
  • Nyai Ajeng Kemasan
  • Raden Ayu Tumenggung Kartanegara II

Suasana menjadi hangat ketika warga desa berbaris di sepanjang jalan menuju area pemakaman. Beberapa warga menyapa Presiden dengan sapaan akrab, “Pak Prabowo, sehat selalu!” Presiden membalas dengan senyuman, menaburkan bunga putih di pusara kakek dan neneknya, serta membagikan kaos putih kepada warga yang hadir.

Dalam sambutan singkat, Prabowo menekankan pentingnya menghargai jejak sejarah keluarga dan perjuangan leluhur Banyumas. Ia menuturkan, “Di tempat ini tersimpan jejak sejarah keluarga, pengabdian, dan perjuangan para leluhur Banyumas. Kakek saya, Margono, bukan hanya pendiri BNI, melainkan juga sosok yang menginspirasi nilai kebangsaan.”

Kunjungan kerja ke TPST BLE yang dilakukannya pada pagi hari sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengendalikan sampah nasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Prabowo menilai fasilitas tersebut sebagai contoh yang dapat diadaptasi oleh provinsi lain, bahkan negara lain, karena menggabungkan proses daur ulang dengan pemanfaatan produk turunan sampah yang bernilai guna.

Setelah selesai berziarah, Presiden kembali ke mobil dan melanjutkan agenda ke wilayah lain di Banyumas. Kegiatan ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang menggabungkan nilai historis dengan kebijakan modern, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara pemimpin negara dengan masyarakat setempat.

Secara keseluruhan, ziarah Prabowo ke makam kakeknya di Banyumas bukan sekadar ritual pribadi, melainkan momen simbolik yang menegaskan rasa tanggung jawab terhadap warisan keluarga, kontribusi ekonomi nasional, serta upaya pemerintah dalam pengelolaan lingkungan. Kehadiran beliau di desa Dawuhan memberikan inspirasi bagi warga untuk terus menjaga nilai sejarah sekaligus mendukung inovasi dalam pengelolaan sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *