Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Mei 2026 | Partai Hijau (Green Party) di Inggris resmi menangguhkan Aziz Hakimi, kandidat Dewan Kota Camden, setelah sejumlah unggahan media sosialnya menimbulkan kecaman luas. Unggahan tersebut menuduh Israel sebagai otak di balik serangan kebakaran ambulans sukarelawan Yahudi Hatzola di Golders Green pada Maret, serta memuat teori konspirasi “false‑flag” yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan kepentingan politik Israel.
Reaksi muncul tak lama setelah Hakimi, yang juga berprofesi sebagai insinyur sipil dan pemilik usaha lokal, mempublikasikan kembali postingan yang mengklaim bahwa penyerangan tersebut merupakan operasi bohong yang dilakukan oleh Israel. Pada April, pemimpin cabang Camden Green Party, Lorna Jane Russell, menegaskan bahwa partai “tidak menoleransi anti‑Semitisme dan semua bentuk rasisme”. Meski begitu, penyelidikan internal segera dibuka untuk menilai sejauh mana pernyataan Hakimi mencerminkan nilai partai.
Saat LDRS (Local Democracy Reporting Service) menghubungi pihak Green Party untuk menanyakan apakah mereka masih mendukung pencalonan Hakimi, respons belum diberikan pada saat publikasi. Dokumen yang dibagikan kepada media mengungkapkan bahwa akun Hakimi juga pernah menyiarkan tuduhan bahwa “Zionis” terlibat dalam serangan 9/11 serta menyebarkan narasi antisemitik lainnya, termasuk menyebut Sir Keir Starmer sebagai “boneka Israel” dan menuduh industri tembakau mendanai “Yahudi untuk membunuh saudara kami”.
- Penghentian Hakimi terjadi setelah dua minggu penyelidikan internal.
- Polisi Metropolitan mengkategorikan serangan Hatzola sebagai kejahatan kebencian anti‑Semitisme dan telah menahan empat tersangka.
- Jika terpilih, Hakimi tetap akan tercatat di surat suara meski ditangguhkan, dan dapat duduk sebagai anggota independen bila partai mencabut keanggotaannya.
Partai-partai lain, termasuk Partai Buruh dan Liberal Demokrat, menuntut pencopotan Hakimi dari daftar kandidat, menilai bahwa ia menyebarkan “teori konspirasi yang menjijikkan dan anti‑Semitisme”. Green Party menanggapi dengan menyatakan bahwa komentar Hakimi “tidak mencerminkan pandangan atau nilai partai” dan menekankan proses investigasi yang sedang berjalan.
Kasus ini menambah deretan kontroversi yang melibatkan anggota Green Party di wilayah lain, termasuk dua kandidat di Lambeth dan satu di Croydon yang juga ditangguhkan karena unggahan serupa. Dampak politiknya terasa pada kampanye lokal, di mana poster-poster partai yang menampilkan Hakimi dilaporkan telah dihapus dari jendela toko miliknya.
Secara hukum, penangguhan tidak dapat mengubah nama pada kertas suara setelah batas akhir pencalonan dilewati. Jika Hakimi tetap memenangkan kursi, ia akan duduk sebagai anggota independen, sementara partai dapat menolak dukungan finansial atau sumber daya kampanye.
Insiden ini menyoroti tantangan bagi partai politik dalam mengelola perilaku online anggotanya, terutama di era di mana penyebaran teori konspirasi dapat merusak reputasi partai secara cepat. Green Party kini menghadapi tekanan untuk memperketat kebijakan media sosial dan memastikan bahwa nilai-nilai anti‑rasisme serta inklusivitas ditegakkan secara konsisten.
Dengan pemilihan lokal yang semakin dekat, sorotan publik pada integritas kandidat menjadi semakin tajam. Partai hijau diharapkan memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai prosedur penangguhan dan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.











