Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Jakarta, 16 April 2026 – Pada pukul 10.00 WIB, Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR Senayan. Demonstrasi ini merupakan bagian dari rangkaian pra‑May Day menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026. Massa demonstran diperkirakan mencapai sekitar dua ribu orang, dengan dua tuntutan utama: pengesahan Undang‑Undang Ketenagakerjaan baru serta penghapusan praktik outsourcing dan upah rendah.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.948 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi. Personel tersebut terdiri dari gabungan Polda, Polres, dan Polsek wilayah Jakarta Pusat, serta ditempatkan di titik‑titik strategis sekitar kompleks DPR/MPR. Polisi menegaskan bahwa pengamanan bersifat situasional, menyesuaikan dengan jumlah massa yang hadir di lapangan.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, pihak kepolisian melalui akun resmi @TMCPoldaMetro memperkirakan akan terjadi kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Gatot Soebroto arah Slipi serta ruas‑ruas jalan sekitar gedung DPR/MPR. Pengendara diimbau mencari jalur alternatif, mematuhi petunjuk petugas, dan menunda perjalanan bila memungkinkan. Rekayasa lalu lintas bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan aksi.
Ketua Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa rutin, melainkan “pemanasan” menuju May Day. Dalam konferensi pers daring pada 6 April 2026, Iqbal menyatakan bahwa FSPMI, sebagai salah satu anggota KSPI, berperan aktif dalam menyuarakan hak‑hak pekerja di tingkat nasional. Ia menambahkan bahwa tuntutan pengesahan UU Ketenagakerjaan baru didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi yang menuntut perlindungan lebih kuat bagi tenaga kerja.
Selain aksi di ibu kota, aksi serupa dilaporkan berlangsung di Surabaya. Sekitar seribu buruh berkumpul di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, mengikuti rute yang melintasi Jalan Ahmad Yani, Wonokromo, dan beberapa ruas utama lainnya. Meskipun lokasi berbeda, tema dan tuntutan tetap konsisten, menandakan koordinasi nasional antar serikat pekerja.
Berikut rangkuman utama tuntutan yang dibawa demonstran:
- Pengesahan Undang‑Undang Ketenagakerjaan baru yang sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.
- Penghapusan praktik outsourcing yang dianggap merugikan pekerja tetap.
- Penolakan upah rendah serta penegakan standar upah minimum yang layak.
- Komitmen pemerintah dalam program perumahan murah, pembentukan Satgas PHK, dan kebijakan kesejahteraan pekerja lainnya.
Para pengendara dan warga sekitar diminta untuk menghindari area demonstrasi demi kelancaran arus lalu lintas dan keamanan bersama. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka siap menindak setiap potensi gangguan keamanan dengan prosedur yang telah disiapkan.
Demonstrasi ini mencerminkan dinamika hubungan industrial di Indonesia, di mana serikat pekerja semakin vokal menuntut kebijakan yang lebih pro‑pekerja. Dengan dukungan massa yang signifikan dan pengamanan intensif, aksi pra‑May Day di DPR menjadi sorotan publik serta menguji kesiapan aparat dalam mengelola demonstrasi besar di ruang publik.
Secara keseluruhan, aksi hari ini berhasil dilaksanakan tanpa insiden besar. Polisi berhasil mengatur arus lalu lintas, sementara demonstran menyampaikan aspirasi mereka secara tertib. Kedepannya, perhatian publik akan tetap tertuju pada perkembangan kebijakan ketenagakerjaan menjelang May Day.











