Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 31 Mei 2026 | Pemilu Tamil Nadu baru-baru ini telah menghasilkan perubahan besar dalam peta politik negara bagian tersebut. Partai-partai yang bergabung dengan aliansi DMK, dengan dukungan dan persetujuan dari presiden DMK MK Stalin, telah mendukung pemerintah baru tanpa syarat. Namun, Indian Union Muslim League (IUML) telah memutuskan untuk meninggalkan aliansi DMK dan bergabung dengan pemerintah baru.
Menurut K M Kader Mohideen, presiden nasional IUML, keputusan untuk meninggalkan DMK tidaklah mudah. IUML telah memiliki hubungan lama dengan DMK sejak zaman Annadurai hingga Stalin. Namun, setelah DMK mendukung Edappadi K Palaniswami sebagai calon CM, IUML memutuskan untuk meninggalkan aliansi tersebut.
Sementara itu, beberapa MLA dari AIADMK telah mengundurkan diri dari partai mereka dan bergabung dengan pemerintah baru. Mereka berharap dapat memenangkan kursi MLA mereka kembali dalam pemilu ulang. Namun, masih belum jelas apa yang akan ditawarkan oleh pemerintah baru kepada mereka sebagai imbalan atas pengkhianatan mereka.
Di sisi lain, Bahujan Samaj Party (BSP) telah kehilangan beberapa pemimpinnya dalam beberapa bulan terakhir. Pemimpin BSP di Ambala, Haryana, telah dibunuh oleh pelaku yang tidak dikenal, sementara seorang pemimpin BSP lainnya telah bergabung dengan BJP.
Dalam pemilu Tamil Nadu, BSP telah memenangkan beberapa kursi, namun partai tersebut masih belum memiliki pengaruh besar dalam politik negara bagian tersebut. Namun, dengan bergabungnya beberapa pemimpin BSP dengan partai lain, partai tersebut berharap dapat meningkatkan pengaruhnya dalam pemilu mendatang.
Untuk saat ini, pemilu Tamil Nadu masih dalam proses, dan hasilnya masih belum sepenuhnya jelas. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa pemilu ini telah menghasilkan perubahan besar dalam peta politik negara bagian tersebut, dan partai-partai harus beradaptasi dengan perubahan tersebut untuk tetap relevan dalam politik Tamil Nadu.











