Politik

Kepemimpinan Iran Pascakematian Ayatollah Ali Khamenei: Siapa yang Berpengaruh?

×

Kepemimpinan Iran Pascakematian Ayatollah Ali Khamenei: Siapa yang Berpengaruh?

Share this article
Kepemimpinan Iran Pascakematian Ayatollah Ali Khamenei: Siapa yang Berpengaruh?
Kepemimpinan Iran Pascakematian Ayatollah Ali Khamenei: Siapa yang Berpengaruh?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Mei 2026 | Setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, putra mahkotanya, Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru. Namun, berbeda dengan ayahandanya, Mojtaba tidak memiliki pengaruh yang sama besar dalam mengendalikan jalannya pemerintahan Iran. Sebagai gantinya, arah pengambilan keputusan di Iran lebih banyak dikendalikan oleh kelompok elit yang terdiri dari pejabat senior dan mantan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Menurut laporan New York Times, kelompok elit ini dikenal sebagai ‘persaudaraan keras’ yang dibentuk oleh pengalaman pahit selama perang Iran-Irak yang berlangsung delapan tahun sejak 1980. Kelompok ini memiliki pengaruh signifikan dalam mengambil keputusan penting di Iran, meskipun secara resmi Mojtaba Khamenei yang memimpin.

Salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Iran saat ini adalah Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran. Ghalibaf memiliki pengalaman yang luas, mulai dari komandan angkatan udara IRGC, kepala kepolisian nasional, hingga wali kota Teheran. Ia juga memimpin tim negosiator Iran dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Beberapa tokoh lain yang juga memiliki pengaruh besar di Iran antara lain adalah mantan komandan senior IRGC dan pejabat senior pemerintahan. Mereka ini membentuk jaringan kekuasaan yang komplex dan memiliki pengaruh signifikan dalam mengambil keputusan di Iran.

Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah menghadapi tantangan besar, termasuk tekanan ekonomi dan politik dari luar negeri. Dalam menghadapi tantangan ini, kelompok elit yang berpengaruh di Iran telah memainkan peran penting dalam mengambil keputusan yang strategis untuk mempertahankan kekuasaan dan kepentingan nasional.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa kepemimpinan Iran pasca Ayatollah Ali Khamenei tidak lagi berada di tangan satu orang, melainkan lebih kepada kelompok elit yang memiliki pengaruh besar dalam mengendalikan arah pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa Iran sedang memasuki era baru dalam politik dan pemerintahan, di mana kekuasaan tidak lagi terkonsentrasi pada satu tokoh, melainkan lebih terdistribusi kepada kelompok yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *