Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Mei 2026 | Ade Armando, seorang pegiat media sosial, telah mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah terlibat dalam kasus pemotongan ceramah Jusuf Kalla. Kasus ini telah menimbulkan polemik dan kontroversi di masyarakat. Direktur LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, menilai bahwa pembahasan potongan ceramah Jusuf Kalla dalam podcast Ade Armando memunculkan framing yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Ade Armando sendiri telah menyatakan kesediaannya untuk meminta maaf kepada Jusuf Kalla dan umat Islam yang merasa terganggu oleh pernyataannya. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk memfitnah maupun memprovokasi umat Islam dan Kristen. Namun, Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla, berharap bahwa praktik-praktik yang dilakukan Ade Armando dapat dihentikan karena telah menimbulkan kerusakan yang signifikan.
Kasus ini juga telah mempengaruhi hubungan antara PSI dan Jusuf Kalla. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dan Jusuf Kalla. Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo pernah berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A Sinaga, telah mengalami pemukulan di Menteng, Jakarta Pusat. Kasus ini telah berakhir damai setelah Ronald dan pihak lainnya sepakat untuk melakukan restorative justice. Ronald menyatakan bahwa kasus ini terjadi karena miskomunikasi dan ia meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu oleh kejadian tersebut.
Di lain pihak, Ombudsman RI telah melakukan investigasi atas kematian dokter magang, dr. Myta. Kementerian Kesehatan telah memperbaiki aturan program dokter magang dan berencana untuk melakukan audit medis untuk mengetahui penyebab kematian dr. Myta. Anggota DPR RI, Netty Prasetiyani, telah mendorong pembenahan sistem pemagangan dokter di Indonesia.
Dalam kesimpulan, kasus Ade Armando dan Jusuf Kalla telah menimbulkan polemik dan kontroversi di masyarakat. Namun, dengan kesediaan Ade Armando untuk meminta maaf dan upaya untuk memperbaiki hubungan antara PSI dan Jusuf Kalla, diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat. Sementara itu, kasus kematian dr. Myta telah menyoroti pentingnya pembenahan sistem pemagangan dokter di Indonesia.











