Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Mura kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kesehatan anak dengan menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Posyandu Nasional 2026. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2026 ini melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang gizi dan imunisasi.
Hari Posyandu Nasional tahun ini dipilih sebagai momentum strategis untuk meninjau capaian program posyandu selama tiga tahun terakhir, sekaligus meluncurkan inovasi layanan yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga di daerah terpencil. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mura, Dr. Hadi Susanto, menyatakan bahwa target utama adalah meningkatkan cakupan layanan posyandu dari 70 persen menjadi 85 persen pada akhir tahun 2026.
Berbagai kegiatan telah disiapkan, antara lain:
- Sosialisasi paket imunisasi lengkap bagi balita usia 0-2 tahun, dengan melibatkan kader posyandu yang dilatih secara intensif.
- Pemeriksaan gizi rutin menggunakan alat digital untuk memantau status gizi anak, sekaligus memberikan rekomendasi makanan bergizi berbasis lokal.
- Penyuluhan kebersihan lingkungan yang menekankan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dalam rangka mencegah penyakit menular.
- Pameran inovasi posyandu digital yang menampilkan aplikasi monitoring kesehatan anak yang dapat diakses orang tua melalui smartphone.
- Penghargaan kader posyandu yang berprestasi dalam meningkatkan partisipasi keluarga.
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Mura menyoroti program khusus di wilayah Tana Tidung yang kini melayani enam Satuan Pelayanan Masyarakat (SPM). Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan posyandu, termasuk pelatihan lanjutan bagi tenaga kesehatan dan penambahan fasilitas pemeriksaan dasar.
Menurut data internal Dinas Kesehatan, pada tahun 2025 tercatat penurunan angka stunting sebesar 3,2 persen di Kabupaten Mura, namun masih terdapat tantangan signifikan di daerah pedalaman yang belum terjangkau sepenuhnya oleh jaringan posyandu. Oleh karena itu, selama peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, pemerintah daerah menargetkan penambahan 15 posyandu baru, khususnya di wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan dasar.
Dalam rangka mendukung agenda tersebut, pemerintah provinsi menyediakan alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan posyandu bergerak dan penyediaan peralatan medis standar. Alokasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pendirian posyandu di daerah-daerah terpencil, sekaligus memperkuat kapasitas kader lokal.
Acara puncak peringatan di alun-alun utama Kabupaten Mura dihadiri oleh Bupati Mura, Dr. Siti Nurhaliza, yang menyampaikan pidato motivasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. “Posyandu bukan sekadar tempat pemeriksaan, melainkan ruang edukasi yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kebersihan sejak dini,” ujarnya.
Sejumlah tokoh masyarakat dan selebritas lokal juga turut berpartisipasi dalam kegiatan, termasuk penyuluhan interaktif bagi orang tua dan anak-anak. Kegiatan hiburan seperti pertunjukan seni tradisional serta lomba menggambar bertema “Masa Depan Sehat” menambah semarak acara.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan Hari Posyandu Nasional 2026 menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan anak di Kabupaten Mura. Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan peran posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit dan peningkatan gizi balita.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Mura berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program posyandu secara berkala, memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berlandaskan data dan kebutuhan riil masyarakat. Diharapkan, pada tahun 2027, indikator gizi anak di Kabupaten Mura dapat mencapai standar nasional dengan angka stunting di bawah 10 persen.











