Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Juni 2026 | Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, menyatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini seperti sedang diinfus, jika infus itu sewaktu-waktu dicabut, maka wafatlah bangsa ini. Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara besar tidak mempunyai kedaulatan di bidang pangan karena semua sumber makanan pokok dipenuhi dari impor. Moeldoko juga menyoroti ancaman krisis energi, air, dan lingkungan yang harus ditangani secara baik.
Moeldoko pernah menjabat sebagai Panglima TNI, menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono. Ia berjanji untuk tetap berjalan pada koridor sesuai dengan rencana strategis TNI. Moeldoko juga menekankan pentingnya kerja sama antara TNI dan masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan keamanan dan kesejahteraan.
Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko telah beberapa kali memperingatkan para menteri dan pimpinan lembaga negara untuk bekerja ekstra keras dalam mengatasi krisis sebagai dampak pandemi COVID-19. Namun, ia menyatakan bahwa belum ada hasil yang signifikan dari kinerja para menteri dan pimpinan lembaga.
Moeldoko juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Dalam menghadapi tantangan keamanan dan kesejahteraan, Moeldoko menekankan pentingnya kerja sama antara TNI dan masyarakat sipil. Ia menyoroti bahwa TNI harus tetap profesional dan efektif dalam melaksanakan tugasnya, serta harus mempunyai kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Kesimpulan dari pernyataan Moeldoko adalah bahwa bangsa Indonesia harus segera mengatasi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri. Selain itu, Moeldoko juga menekankan pentingnya kerja sama antara TNI dan masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan keamanan dan kesejahteraan.











