Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juli 2026 | Medan, KOMPAS.com – Suasana duka mendalam menyelimuti pelataran Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan, Jumat (17/7/2026) malam. Roma Sitinjak (21), wanita asal Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, terduduk lesu dengan tubuh lunglai. Matanya sembab dan memerah setelah tak kuasa membendung air mata yang terus mengalir.
Hari yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarganya, seketika berubah menjadi perjalanan terakhir bagi kedua orangtua dan sepupunya. Mereka menjadi korban tewas dalam insiden kecelakaan maut yang melibatkan tabrakan beruntun sembilan kendaraan di Jalan Jamin Ginting Kilometer 44, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang.
Rombongan keluarga tersebut sebenarnya bertolak dari kampung halaman di Juma Gunung, Kabupaten Dairi, dengan satu tujuan mulia: mengantarkan adik Roma, Gabe Roida Sitinjak (18), menuju loket bus PT RAPI di Kota Medan. Gabe baru saja dinyatakan lulus dan diterima kuliah di Universitas Jambi.
Nahas, rencana mengantarkan sang anak menjemput masa depan tersebut justru menjadi perjalanan terakhir bagi sang ayah, Heppi Sitinjak (60), dan sang ibu, Dinaria Manik (60). Roma, yang sehari-hari bekerja di sebuah restoran di area objek wisata Hillpark Sibolangit, mengaku sengaja mengambil cuti libur pada hari itu.
Rencananya, rombongan mobil keluarga yang dikemudikan oleh Pebrianto Siburian (31) itu akan singgah menjemput Roma di kediamannya di Kecamatan Namorambe, sebelum bersama-sama menuju loket bus di Medan.
Tragedi ini terasa kian ironis lantaran Roma sehari-hari bekerja di sebuah restoran di area Hillpark Sibolangit, lokasi yang berada tepat di dekat titik kecelakaan beruntun tersebut. Namun, pada hari kejadian, Roma sengaja mengambil libur karena berniat ikut mengantarkan adiknya, Gabe Roida Sitinjak (18), ke loket bus PT RAPI di Medan untuk berangkat kuliah ke Universitas Jambi.
Aktivitas kecelakaan maut ini telah menewaskan empat orang, termasuk ayah dan ibu Roma. Sopir truk galon yang menjadi tersangka dalam kasus ini dianggap lalai dan telah menyebabkan kecelakaan beruntun yang menyedihkan ini.
Keluarga korban masih dalam suasana duka yang mendalam. Roma dan keluarganya akan selalu mengenang perjalanan terakhir bersama orang tua dan sepupunya yang meninggal dalam kecelakaan beruntun di Sibolangit.
Kehilangan orang-orang yang dicintai dalam kecelakaan yang tak terduga pasti akan meninggalkan luka yang dalam. Semua pihak berharap agar kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan dan agar para pengemudi selalu berhati-hati di jalan.











