Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk menjaga kelancaran distribusi energi dunia. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral di Beijing, China, pada 14 Mei 2026. Kedua pemimpin juga membahas peluang peningkatan kerja sama ekonomi dan isu sensitif terkait kedaulatan wilayah di Taiwan.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global. Namun, ketegangan di kawasan ini meningkat sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu. Teheran menutup aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang menyebabkan gangguan pada jalur energi dunia.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran tidak melakukan hambatan apa pun di Selat Hormuz dan menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang mencekik jalur pelayaran tersebut melalui blokade ilegal. Araghchi juga berharap hambatan yang saat ini dialami kapal-kapal di Selat Hormuz dapat segera berakhir apabila blokade yang disebutnya ilegal dicabut oleh AS.
China menjadi salah satu negara yang paling terdampak akibat terganggunya jalur energi tersebut. Lebih dari setengah impor minyak mentah China yang dikirim lewat jalur laut berasal dari Timur Tengah dan mayoritas melewati Selat Hormuz. Gedung Putih juga mengklaim Xi menunjukkan ketertarikan untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China terhadap jalur Selat Hormuz.
Kesepakatan antara Trump dan Xi Jinping untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka merupakan langkah positif untuk menjaga kelancaran distribusi energi dunia. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mengembalikan stabilitas di kawasan tersebut.
Ketegangan di Selat Hormuz juga memiliki dampak pada perekonomian global. Gangguan pada jalur energi dapat menyebabkan kenaikan harga minyak dan gas, yang dapat berdampak pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kesepakatan antara Trump dan Xi Jinping untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka merupakan langkah yang sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi global.
Dalam beberapa minggu terakhir, situasi di Selat Hormuz telah membaik slightly. Kapal-kapal tanker minyak telah dapat melintas kembali melalui jalur tersebut, dan harga minyak telah stabil. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembalikan stabilitas di kawasan tersebut.
Dalam kesimpulan, kesepakatan antara Trump dan Xi Jinping untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka merupakan langkah positif untuk menjaga kelancaran distribusi energi dunia. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mengembalikan stabilitas di kawasan tersebut. Diperlukan kerja sama internasional yang lebih erat untuk mengatasi ketegangan di Selat Hormuz dan menjaga stabilitas ekonomi global.











