Internasional

Pesawat Tempur J-10C Tiongkok Siap Dilengkapi Rudal Udara-ke-Udara Terjauh di Dunia

×

Pesawat Tempur J-10C Tiongkok Siap Dilengkapi Rudal Udara-ke-Udara Terjauh di Dunia

Share this article
Pesawat Tempur J-10C Tiongkok Siap Dilengkapi Rudal Udara-ke-Udara Terjauh di Dunia
Pesawat Tempur J-10C Tiongkok Siap Dilengkapi Rudal Udara-ke-Udara Terjauh di Dunia

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Tiongkok baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur J-10C ‘generasi 4+’ telah mengintegrasikan pylon senjata eksternal DF-4/3 baru, yang digunakan untuk mengintegrasikan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-17, terjauh di dunia, ke pesawat tempur J-16.

Dari Military Watch, hal ini telah membuat para analis secara luas menyimpulkan bahwa unit J-10C kemungkinan besar juga akan mulai dilengkapi dengan rudal PL-17, yang dapat mengubah cara penggunaannya.

J-16 dan J-10C merupakan kombinasi pesawat tempur ‘generasi 4+’ kelas atas dan kelas bawah, yang pertama bermesin ganda dan yang kedua bermesin tunggal, keduanya ditenagai oleh mesin WS-10B.

Menurut laporan The War Zone yang dikutip dalam sidang, Angkatan Udara AS menjalankan hampir 13 ribu penerbangan selama konflik 40 hari dengan Iran. Laporan tersebut menyebut selain 39 pesawat yang disebut hancur, sekitar 10 pesawat lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.

Disebutkan pula bahwa satu jet tempur F-35A Lightning II terkena serangan saat berada di wilayah udara Iran, sementara sebuah pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry dilaporkan ikut hancur.

Perang di Iran diperkirakan akan menjadi bagian dari pembicaraan antara Amerika Serikat dan China di Beijing. AS sangat ingin meminta bantuan China, mitra strategis Iran, dalam melaksanakan negosiasi tersebut.

Pengurangan persediaan amunisi AS telah menimbulkan pertanyaan tentang kemampuannya untuk melakukan tindakan militer lainnya, termasuk mempertahankan Taiwan dari setiap serangan China.

Namun, sekadar membangun kembali pasokan senjata AS bisa menjadi masalah yang lebih mendesak bagi hubungan AS-China. Perkiraan dari Departemen Pertahanan dan Kongres menunjukkan, AS mengerahkan sekitar setengah dari rudal jelajah siluman jarak jauhnya dan kira-kira 10 kali lipat jumlah rudal jelajah Tomahawk yang saat ini dibelinya setiap tahun sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari.

Para ahli mengatakan, mineral tanah jarang tertanam di hampir setiap platform pertahanan canggih AS. Sebagai contoh, pesawat tempur siluman F-35 mengandung sekitar 408 kilogram unsur tanah jarang, sementara kapal perusak kelas Arleigh Burke mengandung sekitar 2.359 kg.

Kontrol ketat ini dilakukan untuk memutus akses perusahaan asing yang terkait dengan militer dan memberikan tekanan politik pada pemerintahan Donald Trump.

Tahun lalu, China terbukti efektif menggunakan dominasi rantai pasokan ini sebagai daya tawar. Mereka menekan keran ekspor hingga pemerintahan Trump setuju untuk melunakkan kebijakan tarif yang memberatkan.

Kesimpulan dari perang di Iran adalah bahwa Amerika Serikat semakin bergantung pada China untuk membangun kembali pasokan senjatanya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan AS untuk melakukan tindakan militer lainnya dan bagaimana hubungan AS-China akan berkembang di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *