Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juni 2026 | Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memperingatkan bahwa risiko nuklir meningkat di kawasan Timur Tengah. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat untuk mencapai kesepakatan terkait isu nuklir. Grossi menjelaskan bahwa IAEA telah menjaga komunikasi secara terpisah dengan masing-masing pihak dan menilai bahwa kesepakatan nuklir antara Washington dan Teheran secara teknis masih memungkinkan untuk dicapai.
IAEA juga telah mengumumkan bahwa gencatan senjata lokal di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhya, Ukraina, mulai berlaku untuk perbaikan jalur transmisi listrik. Grossi menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah bekerja sama secara konstruktif dengan IAEA untuk mewujudkan gencatan senjata.
Para teknisi akan mulai bekerja dalam beberapa hari mendatang di bawah pengawasan para ahli IAEA untuk memperbaiki jalur listrik Dneprovskaya bertegangan 750 kilovolt yang rusak, setelah proses pembersihan ranjau secara menyeluruh di daerah tersebut. Ini merupakan gencatan senjata sementara keenam yang berhasil dinegosiasikan IAEA sejak akhir 2025 untuk membantu mengamankan pasokan listrik eksternal bagi pembangkit nuklir tersebut.
Grossi menegaskan bahwa IAEA akan terus melakukan segala upaya untuk melindungi masyarakat setempat dari risiko kecelakaan nuklir. IAEA juga meminta penghentian serangan di kawasan demi keamanan dan mencegah ancaman kecelakaan nuklir.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi di kawasan Timur Tengah telah memburuk, dengan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Namun, dengan upaya IAEA untuk mendorong kesepakatan nuklir antara kedua negara, harapan untuk mencapai perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut masih tetap ada.
Oleh karena itu, IAEA terus memantau situasi di kawasan Timur Tengah dan Ukraina, serta melakukan upaya untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir dan melindungi masyarakat setempat.











