Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juli 2026 | Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.611. Pertempuran masih berlangsung di berbagai wilayah, sementara upaya diplomasi belum menunjukkan terobosan berarti meski jalur perundingan belum sepenuhnya tertutup.
Di tengah eskalasi tersebut, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina yang baru, Mykhailo Drapatyi, mengungkapkan Presiden Volodymyr Zelensky memerintahkannya untuk mengintensifkan operasi ofensif dan menyiapkan serangan baru di belakang garis pertahanan Rusia.
Invasi skala penuh Rusia dimulai pada Februari 2022 atas perintah Presiden Vladimir Putin. Namun, akar konflik kedua negara telah berlangsung sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan pertempuran pecah di wilayah Donbas.
Kini, memasuki tahun kelima perang, peluang tercapainya perdamaian masih belum jelas. Rusia dan Ukraina masih berselisih mengenai status wilayah yang diduduki Moskow, jaminan keamanan bagi Kyiv, serta kelanjutan dukungan militer dari negara-negara Barat.
Sementara itu, dalam sebuah laga sepak bola, Inggris memiliki kesempatan untuk meraih hasil terbaik dalam 60 tahun terakhir jika mereka bisa mengalahkan Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
Di lain pihak, helikopter Mi-17V-5 dari Rusia telah diterima oleh Skadron 31 Puspenerbad untuk memperkuat kemampuan militer mereka.
Dalam beberapa hari terakhir, konflik antara Rusia dan Ukraina terus memanas, dengan kedua belah pihak saling menuduh dan melakukan serangan. Situasi ini membuat ketegangan di wilayah tersebut semakin meningkat.
Konflik ini juga berdampak pada hubungan internasional, dengan beberapa negara Barat memberikan dukungan kepada Ukraina dan mengecam tindakan Rusia. Namun, masih belum jelas kapan konflik ini akan berakhir dan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini.
Kesimpulan, konflik antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Diperlukan upaya diplomasi yang lebih kuat dan dukungan internasional untuk membantu menyelesaikan konflik ini.











