Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Setelah berbulan-bulan konflik yang berkepanjangan, Amerika Serikat dan Iran tampaknya menuju kesepakatan damai. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani dalam waktu dekat, yang kemungkinan akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari negosiasi tidak langsung antara kedua negara, yang difasilitasi oleh Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa kesepakatan damai kemungkinan besar akan tercapai dalam 24 jam ke depan, dan Pakistan siap mengesahkan perjanjian tersebut.
Meskipun demikian, Iran masih bersikeras untuk memperkaya uranium dan memiliki kendali atas Selat Hormuz. Poin-poin ini akan dipertahankan Iran dalam negosiasi dengan Washington. Sementara itu, sekutu AS, Israel, mengatakan bahwa Trump telah berjanji kesepakatan apa pun akan membuat Iran kehilangan material uranium yang diperkaya.
Kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan geopolitik sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Namun, masih banyak poin krusial yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan tersebut dapat ditandatangani. Dengan demikian, masyarakat internasional masih menunggu dengan penuh harap atas tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Di tengah-tengah ketegangan ini, Presiden Trump terus menyatakan bahwa kesepakatan sudah dekat, meskipun para analis menilai bahwa masih banyak kendala yang perlu diatasi. Apakah kesepakatan damai antara AS dan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat? Hanya waktu yang akan menjawabnya.











