Internasional

Brasil dan Argentina dalam Perseteruan Diplomatik

×

Brasil dan Argentina dalam Perseteruan Diplomatik

Share this article
Brasil dan Argentina dalam Perseteruan Diplomatik
Brasil dan Argentina dalam Perseteruan Diplomatik

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Juli 2026 | Brasil dan Argentina terlibat dalam perseteruan diplomatik setelah Presiden Argentina, Javier Milei, mengejek Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, dan pejabat peradilan setempat. Perselisihan ini dipicu oleh pidato Milei saat menghadiri rapat umum di Sao Paulo guna mendukung peluncuran kampanye presiden politisi sayap kanan, Flavio Bolsonaro, untuk pemilu Oktober mendatang.

Tanpa menyebut nama secara eksplisit, Milei merujuk pada Lula da Silva dengan nada merendahkan, serta menjulukinya sebagai “pencuri” serta “narapidana”. Ia juga menyebut Flavio Bolsonaro sebagai satu-satunya figur yang mampu menghentikan Lula.

Para diplomat Brasil menilai pernyataan pemimpin Argentina tersebut sebagai bentuk intervensi dan penghinaan langsung terhadap pemerintah, rakyat, serta kedaulatan demokrasi Brasil. Duta Besar Brasil untuk Argentina, Julio Bitelli, dilaporkan dipanggil pulang ke Brasilia sebagai bentuk protes.

Di Brasil, kami tidak menerima siapa pun yang mencampuri urusan yang bukan urusannya, tegas Lula da Silva merespons sindiran Milei.

Sementara itu, dalam sebuah kejadian aneh dan langka, laga leg pertama final turnamen negara bagian Bahia Brasil U-20 antara Bahia dan Fluminense de Feira terhenti hanya 11 menit setelah dimulai, akibat serangan mendadak dari kawanan lebah berukuran besar yang menyerbu lapangan.

Stadion Joia da Princesa di Kota Feira de Santana menyaksikan kekacauan ketika kawanan lebah menyerang para pemain secara tiba-tiba, sehingga mendorong wasit pertandingan untuk langsung menghentikan laga, sementara para pemain kedua tim terpaksa merebahkan diri ke tanah dan menutupi wajah mereka dalam upaya menghindari sengatan.

Para petugas stadion bergerak cepat menangani situasi tersebut, dengan mengaktifkan sistem irigasi dan menyemprotkan air ke seluruh penjuru lapangan dalam upaya membubarkan lebah. Upaya itu pun berhasil setelah penghentian yang berlangsung sekitar 10 menit, hingga pertandingan dilanjutkan kembali di tengah kewaspadaan tinggi dari semua pihak.

Namun, kembalinya pertandingan tidak berpihak kepada Bahia, yang menelan kekalahan telak dan memalukan dengan delapan gol tanpa balas pada laga leg pertama. Hasil ini menjadikan penobatan Fluminense de Feira sebagai juara turnamen hanya tinggal menunggu waktu sebelum laga leg kedua.

Timnas Indonesia juga sempat menjalin komunikasi dengan Brasil, Inggris, dan Argentina, tetapi mereka semua sedang sibuk. Kesibukan negara-negara raksasa tersebut ternyata disebabkan oleh keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia 2026.

Alhasil, Garuda harus puas menjalani masa persiapan yang kurang ideal jelang turnamen antarnegara Asia Tenggara ini tanpa satupun agenda uji coba internasional resmi. Skuad Merah Putih sebenarnya sudah melangsungkan pemusatan latihan di Bali sejak awal Juli 2026. Namun, satu-satunya momen pemanasan kompetitif yang bisa dinikmati anak asuh John Herdman hanyalah laga internal menghadapi klub lokal, Bali United.

Di sisi lain, John Herdman secara terbuka mengakui bahwa penyelenggaraan Piala AFF 2026 jatuh pada waktu yang kurang menguntungkan bagi para pemain. Sebagian besar pemain Indonesia baru saja merampungkan kompetisi domestik yang panjang dan melelahkan bersama klub masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *