Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Agustus 2026 | Bandung, sebuah kota yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, memiliki keunikan tersendiri dalam hal musik. Di tengah berbagai slogan tentang kreativitas dan kemajuan, musik balada masih terus memperjuangkan haknya untuk didengar. ManjingManjang, sebuah komunitas musik balada, lahir dari kegelisahan dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mencari ruang untuk berkumpul dan berbagi musik.
ManjingManjang tidak lagi bergerak hanya di dalam wilayah Kota Bandung. Berbagai undangan, kerja sama, dan perjumpaan mempertemukan komunitas ini dengan ruang-ruang baru di berbagai tempat. Taman di depan Gedung Perpustakaan Kota Bandung di Jalan Seram menjadi tempat berkumpul setiap Senin sore, di mana berbagai gagasan lahir dan berbagai rencana disusun.
Namun, di balik keindahan musik balada, terdapat ironi yang tengah terjadi di Kota Cimahi, sebuah kota yang terletak di sebelah barat Bandung. Pada 2025, ada 41.952 keluarga di Kota Cimahi yang tidak mendapatkan akses air bersih. Aisyah, seorang ibu rumah tangga, petani, dan penjual bakso, harus berjuang setiap hari untuk mendapatkan air bersih untuk keluarganya.
Kondisi ini semakin diperparah dengan musim kemarau yang sedang melanda. Sumur di dalam kamar mandi rumah Aisyah tidak sanggup lagi mengeluarkan air, sehingga dia harus mengangkut air dari keran umum yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses air bersih, sehingga perlu adanya perhatian dan penanganan serius dari pemerintah.
Kesimpulan dari kondisi ini adalah bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perjuangan musik balada dan perjuangan akses air bersih adalah dua contoh dari banyak masalah yang masih dihadapi oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan perhatian dari semua pihak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.











