BERITA

Fenomena Strawberry Moon: Mengenal Konjungsi Saturnus dan Bulan

×

Fenomena Strawberry Moon: Mengenal Konjungsi Saturnus dan Bulan

Share this article
Fenomena Strawberry Moon: Mengenal Konjungsi Saturnus dan Bulan
Fenomena Strawberry Moon: Mengenal Konjungsi Saturnus dan Bulan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Juli 2026 | Fenomena konjungsi Saturnus dan bulan akan menghiasi langit pada malam hari. Peristiwa astronomi ini dapat disaksikan dengan mata telanjang selama kondisi cuaca cerah dan langit bebas dari tutupan awan. Pakar geofisika dan meteorologi dari IPB University, Izatul Hafizah, mengatakan konjungsi merupakan fenomena alam yang dapat diprediksi secara ilmiah berdasarkan perhitungan astronomi.

Peristiwa ini tidak memiliki hubungan dengan perubahan cuaca, aktivitas gempa bumi, maupun dampak langsung terhadap kehidupan manusia. Dalam astronomi, konjungsi adalah peristiwa ketika dua benda langit tampak berada sangat berdekatan jika diamati dari bumi. Kedekatan tersebut hanyalah efek perspektif karena kedua benda memiliki bujur ekliptika yang hampir sama, bukan karena benar-benar saling mendekat di ruang angkasa.

Fenomena strawberry moon atau bulan purnama stroberi terlihat di langit Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi masyarakat Algonquian di Amerika Utara yang menandai musim panen stroberi liar pada bulan Juni. Istilah Strawberry Moon tidak menggambarkan warna Bulan, melainkan penanda musim; warna kemerahan hanya efek posisi dan atmosfer Bumi.

Beragam budaya memiliki nama berbeda untuk bulan purnama Juni, mencerminkan cara manusia kuno menggunakan langit sebagai kalender alami. Dalam beberapa wilayah Eropa, bulan purnama ini dikenal sebagai Rose Moon karena bertepatan dengan musim mekarnya bunga mawar. Ada pula yang menyebutnya Honey Moon atau Mead Moon karena berkaitan dengan musim panen madu dan pembuatan minuman madu fermentasi.

Fenomena konjungsi Saturnus dan bulan dapat diamati sejak sekitar pukul 23.40 WIB saat bulan mulai terbit, kemudian Saturnus menyusul sekitar pukul 23.45 WIB. Keduanya akan terlihat berdekatan sepanjang dini hari hingga menjelang matahari terbit sekitar pukul 05.52 WIB.

Kesimpulan, fenomena konjungsi Saturnus dan bulan merupakan peristiwa alam yang menarik dan dapat disaksikan dengan mata telanjang. Nama Strawberry Moon merupakan penanda musim dan bukan deskripsi warna Bulan. Berbagai budaya memiliki nama unik untuk bulan purnama Juni, mencerminkan cara manusia kuno menggunakan langit sebagai kalender alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *