Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan kinerja industri penjaminan di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa industri penjaminan perlu melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) yang masih mengalami kontraksi.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan memperkuat pertumbuhan penjaminan baru, baik pada sektor produktif maupun nonproduktif, serta memperluas segmen dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan. Selain itu, OJK juga mendorong industri penjaminan untuk melakukan penguatan pricing berbasis risiko, peningkatan kualitas underwriting dan monitoring portofolio, serta diversifikasi produk.
OJK juga mencatat bahwa kanal bancassurance masih menjadi kontributor terbesar terhadap perolehan premi industri asuransi jiwa hingga kuartal I-2026. Porsi premi dari kanal bancassurance mencapai 40,4% dari total premi industri asuransi jiwa.
Di sisi lain, OJK Jawa Barat melaksanakan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bagi frontliner perbankan sebagai upaya untuk meningkatkan akses keuangan inklusif bagi penyandang disabilitas. Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif “DIA KITA” (Disabilitas Berdaya dan Keuangan Inklusif Tercipta) yang diinisiasi OJK Jawa Barat bersama para mitra.
OJK juga terus memantau kondisi perbankan nasional dan mendorong industri perbankan untuk tetap sehat dan aman. OJK meminta perbankan untuk tetap mengantisipasi potensi risiko perburukan kualitas kredit pada program kredit rakyat dengan bunga maksimal 5 persen.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan juga mendiskusikan penguatan reformasi pasar modal dan mitigasi kerentanan sektor keuangan bersama jajaran pimpinan OJK. Luhut menyatakan bahwa implementasi reformasi yang konsisten akan memperkuat fundamental nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor.
Dalam kesimpulan, OJK terus berupaya meningkatkan kinerja industri penjaminan dan akses keuangan inklusif di Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan implementasi yang konsisten, diharapkan industri penjaminan dan perbankan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.











