Ekonomi

Purbaya Bantah Fiskal Jadi Penyebab Rupiah Melemah, Klaim APBN Tetap Dikelola Baik

×

Purbaya Bantah Fiskal Jadi Penyebab Rupiah Melemah, Klaim APBN Tetap Dikelola Baik

Share this article
Purbaya Bantah Fiskal Jadi Penyebab Rupiah Melemah, Klaim APBN Tetap Dikelola Baik
Purbaya Bantah Fiskal Jadi Penyebab Rupiah Melemah, Klaim APBN Tetap Dikelola Baik

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak serupa dengan kondisi krisis moneter 1998. Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda karena ditopang fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat.

Purbaya menjelaskan bahwa kinerja fiskal Indonesia berada dalam kondisi baik dan melampaui prediksi pengamat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan merilis secara resmi laporan APBN KiTA dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari Selasa.

Ia memastikan hasil laporan tersebut mencerminkan fondasi ekonomi nasional yang kuat. Purbaya juga mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi tekanan global, menyoroti pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen sebagai bukti ketahanan domestik.

Menkeu Purbaya meminta investor tidak khawatir terhadap pelemahan rupiah dan koreksi IHSG karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai solid. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mulai masuk lebih agresif ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas dan mengurangi tekanan di pasar keuangan.

Purbaya juga menilai bahwa pelemahan rupiah tidak otomatis memicu inflasi impor karena dampaknya bisa tertunda atau bahkan mereda tergantung kondisi ekonomi. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski dolar AS menembus Rp17.600, dengan APBN dan sektor swasta berperan menjaga pertumbuhan.

Ia mengatakan pemerintah saat ini fokus menjaga fundamental ekonomi agar pertumbuhan nasional tetap terjaga dan tidak terganggu oleh gejolak pasar keuangan. Purbaya juga meyakinkan bahwa pemerintah akan mulai masuk lebih agresif ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas dan mengurangi tekanan di pasar keuangan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan investor asing agar tidak melepas kepemilikan obligasi pemerintah akibat kekhawatiran terhadap potensi capital loss. Terkait sentimen negatif yang membayangi pasar, Purbaya menilai kondisi saat ini sangat berbeda dibanding krisis ekonomi 1997–1998.

Ia menegaskan Indonesia saat ini masih mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan belum memasuki fase resesi. Purbaya meminta investor pasar modal tidak panik menghadapi koreksi IHSG saat ini. Menurutnya, kondisi pasar berpotensi segera pulih dalam beberapa hari ke depan.

Kesimpulan dari pernyataan Purbaya adalah bahwa pemerintah yakin dengan kondisi fundamental ekonomi yang kuat dan berencana untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap pelemahan rupiah dan koreksi IHSG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *