Kesehatan

Kemenkes: dr Myta Tetap Bertugas Saat Sakit, Ada Manipulasi Jadwal

×

Kemenkes: dr Myta Tetap Bertugas Saat Sakit, Ada Manipulasi Jadwal

Share this article
Kemenkes: dr Myta Tetap Bertugas Saat Sakit, Ada Manipulasi Jadwal
Kemenkes: dr Myta Tetap Bertugas Saat Sakit, Ada Manipulasi Jadwal

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Mei 2026 | Kasus kematian dokter magang, dr. Myta Aprilia Azmy, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, menjadi sorotan publik. Dugaan bahwa ia mengalami kelelahan akibat beban kerja berlebih selama menjalani masa internship membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Polri melakukan penyelidikan.

Menurut Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Rudi Supriatna Nata Saputra, dr. Myta sempat menceritakan kondisinya kepada rekan sejawat melalui pesan singkat pada 1 April 2026. Saat itu, dr. Myta mengaku mengalami demam hingga 40 derajat Celsius.

Hasil investigasi menunjukkan adanya kelemahan pelaksanaan program internship, indikasi kelebihan jam kerja, manipulasi jadwal oleh pendamping internship, dan kelemahan tata laksana medis. Kemenkes memastikan majelis disiplin profesi (MDP) akan melakukan audit medis menindaklanjuti hasil investigasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan Kemenkes dan Polri wajib memeriksa hingga tuntas kasus dr. Myta. Ia menilai pola senioritas berbasis intimidasi dan tekanan seperti ini sudah tidak relevan dan justru merusak mental dan membahayakan para tenaga kesehatan muda yang sedang menjalani masa pengabdian dan pembelajaran.

Kemenkes juga menemukan adanya pendamping magang yang melakukan pengendalian jadwal dan manipulasi jadwal. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa jam kerja magang tidak boleh lebih dari 40 jam dan harus ada pembagian jam kerja secara jelas.

Untuk menghindari kasus serupa, Kemenkes berencana melakukan evaluasi sistem dan memperbaiki pelaksanaan program internship. Dengan demikian, diharapkan kasus kematian dr. Myta dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan kerja dokter magang di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *