Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Mei 2026 | Para pejabat kesehatan melacak keberadaan 30 penumpang kapal pesiar MV Hondius dari setidaknya 12 negara yang turun duluan untuk mengendalikan wabah hantavirus yang menyebabkan tiga kematian.
Mereka turun sebelum mengetahui bahwa telah terpapar virus tersebut. Operator kapal pesiar, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi lebih dari dua lusin penumpangnya turun dari kapal di St. Helena pada 24 April 2026, sekitar dua minggu setelah kematian pertama terjadi.
Otoritas kesehatan global berupaya melacak para penumpang tersebut dan orang lain yang mungkin telah berkontak dengan mereka. Enam warga Amerika termasuk di antara penumpang yang turun dari kapal.
Pemerintahan Trump ‘memantau situasi dengan cermat’ dan Departemen Luar Negeri memimpin respons terkoordinasi yang mencakup kontak langsung dengan para penumpang, kata CDC dalam siaran pers.
Warga di setidaknya empat negara bagian AS — Georgia, Arizona, California, dan Virginia — saat ini sedang dipantau setelah turun dari MV Hondius, meskipun tidak ada yang menunjukkan gejala. CDC menyatakan risiko bagi masyarakat setempat tetap ‘sangat rendah’, dan mendesak semua orang untuk mengikuti arahan dari petugas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius tidak akan memicu pandemi baru. WHO menegaskan bahwa hantavirus strain Andes dapat menular antar manusia, tetapi risiko penularan relatif rendah.
Kapal pesiar MV Hondius memiliki kru dari 12 negara, dengan mayoritas berasal dari Filipina. Kapal ini berlayar dari Tanjung Verde menuju St. Helena, sebelum akhirnya tiga orang yang terinfeksi hantavirus dievakuasi di Cape Verde.
Para pejabat kesehatan berupaya untuk mengendalikan wabah hantavirus dan mencegah penularan lebih lanjut. Mereka bekerja sama dengan operator kapal pesiar dan otoritas setempat untuk memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi di kapal pesiar MV Hondius terus dipantau oleh otoritas kesehatan. Pemerintah dan organisasi kesehatan internasional terus berkoordinasi untuk mengendalikan wabah hantavirus dan mencegah penularan lebih lanjut.
Kesimpulan dari wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius adalah bahwa otoritas kesehatan harus terus waspada dan berkoordinasi untuk mengendalikan penularan penyakit. Pentingnya kerja sama internasional dan koordinasi antara otoritas kesehatan, operator kapal pesiar, dan pemerintah harus ditekankan untuk mencegah wabah penyakit lebih lanjut.











