TRAVEL

Bandara Indonesia Siap Ganda: Lonjakan Turis, Rencana Spaceport, dan Penertiban Haji

×

Bandara Indonesia Siap Ganda: Lonjakan Turis, Rencana Spaceport, dan Penertiban Haji

Share this article
Bandara Indonesia Siap Ganda: Lonjakan Turis, Rencana Spaceport, dan Penertiban Haji
Bandara Indonesia Siap Ganda: Lonjakan Turis, Rencana Spaceport, dan Penertiban Haji

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Mei 2026 | Bandara Indonesia kembali menjadi sorotan utama pada awal Mei 2026. Dari peningkatan signifikan kedatangan turis asing di Bandara Ngurah Rai, langkah strategis penataan ulang konter imigrasi, hingga ambisi negara membangun spaceport, fenomena ini menunjukkan peran krusial infrastruktur bandara dalam perekonomian dan keamanan nasional. Di sisi lain, tantangan operasional muncul pada penanganan jamaah haji di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara King Abdul Aziz Jeddah, di mana otoritas menegakkan regulasi ketat demi melindungi hak dan keselamatan para jemaah.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, jumlah perlintasan di bandara tersebut mencapai lebih dari 4,5 juta selama periode Januari–April 2026, dengan sekitar 4 juta di antaranya merupakan wisatawan asing. Angka ini menandakan kenaikan 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan Bali tetap menjadi destinasi utama pariwisata global meski kebijakan visa lebih selektif.

Namun, Bugie menilai area kedatangan internasional masih belum optimal. “Banyak konter layanan berada di antara jalur penumpang menuju imigrasi, membuat area terasa padat,” ujarnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Imigrasi Ngurah Rai merencanakan penataan ulang desk layanan dan alur penumpang (re‑flowing passenger). Semua konter yang saat ini berada di tengah area kedatangan akan dipindahkan, sehingga tercipta satu layanan keimigrasian yang seamless.

  • Penghapusan konter visa on arrival, karantina, dan pengisian data daring yang tersebar.
  • Pemisahan zona penumpang internasional dan domestik.
  • Penerapan sistem autogate khusus untuk paspor dengan chip elektronik.

Penerapan autogate diharapkan mempercepat proses pemeriksaan tanpa mengorbankan keamanan, mengingat teknologi ini mampu memverifikasi data biometrik secara real‑time.

Sementara itu, Indonesia menatap peluang lebih jauh di bidang antariksa. Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Risdianto Yuli Hermansyah, menegaskan bahwa negara memiliki potensi menjadi lokasi spaceport pertama di kawasan Asia Tenggara. Letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memberikan keuntungan efisiensi bahan bakar bagi peluncuran satelit LEO. BRIN bersama perusahaan satelit nasional seperti Pasifik Satelit Nusantara dan Telkomsat telah mulai mendaftarkan parameter orbit serta frekuensi ke International Telecommunication Union (ITU), langkah awal yang krusial mengingat proses koordinasi internasional dapat memakan waktu hingga lima tahun.

Rencana penetapan spaceport masih berada pada tahap studi, namun lokasi yang dipertimbangkan mencakup wilayah pulau Jawa dan Sulawesi yang memiliki infrastruktur pelabuhan dan bandara yang memadai. Jika terealisasi, bandara antariksa ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri satelit, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kemampuan teknologi tinggi nasional.

Di ranah keagamaan, otoritas bandara juga berperan penting dalam pengelolaan jamaah haji. Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, petugas PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menegaskan bahwa jamaah haji gelombang II wajib memakai ihram sejak embarkasi di Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kesulitan teknis saat melewati miqat Yalamlam di udara, mengingat kecepatan pesawat tinggi.

Petugas bimbingan ibadah, Anis Dyah, menjelaskan bahwa meskipun jamaah sudah memakai pakaian ihram, niat ihram baru dapat diucapkan saat tiba di Jeddah. Selama penerbangan, jamaah masih diperbolehkan mengenakan celana pendek di dalam kain ihram serta menggunakan kaus kaki atau minyak wangi, karena niat belum resmi.

Di sisi lain, Bandara Soekarno‑Hatta menghadapi permasalahan penertiban jamaah haji non‑prosedural. Pada awal Mei 2026, Polres Bandara Soekarno‑Hatta bersama Kantor Imigrasi berhasil mencegah 23 calon jemaah haji yang berencana berangkat secara ilegal. Para calon tersebut telah dilengkapi dokumen iqomah dan audah serta membayar biaya hingga Rp 220 juta per orang. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bandara Soekarno‑Hatta, Galih P Kartika Perdhana, melaporkan total 51 orang telah dicegah sejak April 2026 melalui enam operasi penindakan.

Kapolres Bandara Soekarno‑Hatta, Kombes Wisnu Wardana, menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian, imigrasi, dan Satgas Haji Polri Bareskrim untuk menutup celah praktik ilegal ini. Pemeriksaan ketat meliputi verifikasi dokumen, wawancara mendalam, serta penelusuran travel agent yang terlibat.

Keseluruhan, dinamika bandara Indonesia mencerminkan tantangan dan peluang yang saling bersinggungan. Dari upaya meningkatkan kenyamanan turis, mengoptimalkan teknologi imigrasi, merintis ruang antariksa, hingga menegakkan kepatuhan regulasi haji, kebijakan terpadu diperlukan untuk memastikan bandara berperan sebagai gerbang yang aman, efisien, dan inovatif bagi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *