Bencana Alam

Kejutan 15 Menit Sebelum Kebakaran Pasar Kanjengan: Anton Dengar Suara Letupan di Ujung Utara

×

Kejutan 15 Menit Sebelum Kebakaran Pasar Kanjengan: Anton Dengar Suara Letupan di Ujung Utara

Share this article
Kejutan 15 Menit Sebelum Kebakaran Pasar Kanjengan: Anton Dengar Suara Letupan di Ujung Utara
Kejutan 15 Menit Sebelum Kebakaran Pasar Kanjengan: Anton Dengar Suara Letupan di Ujung Utara

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Semarang, 1 Mei 2026 – Pada malam Rabu (29/4) hingga dini hari Kamis (30/4), kawasan Pasar Kanjengan Johar di pusat kota lama dilanda kebakaran hebat yang menewaskan ratusan kios dan beberapa ruko. Menurut saksi mata, tepat 15 menit sebelum api melaju cepat, seorang pedagang bernama Anton melaporkan terdengarnya suara letupan keras di ujung utara pasar, menambah kekhawatiran warga sekitar.

Kebakaran bermula di area Pedagang Kaki Lima (PKL) Blok C dan dengan cepat menyebar ke deretan ruko di Blok F. Kondisi pasar yang padat dan struktur bangunan tradisional mempercepat penyebaran api. Tim gabungan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur‑unsur terkait lainnya segera dikerahkan. Total personel mencapai sekitar 90 orang, dengan puluhan armada pemadam yang mengandalkan hidrant kota, tangki PDAM, dan sumber air tambahan di sekitar Kota Lama.

Proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, menyatakan bahwa setelah proses pendinginan menyeluruh, tidak ada lagi titik api yang aktif. “Kami memastikan tidak ada percikan yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar, sementara aset berharga yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai sekitar Rp5 miliar. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kepanikan sempat melanda karena cepatnya penyebaran api. Evakuasi dilakukan secara mandiri oleh pedagang serta dibantu warga sekitar.

  • Jumlah unit terdampak langsung: sekitar 468 unit (ratusan PKL dan puluhan ruko).
  • Personel pemadam: ~90 orang.
  • Durasi pemadaman: ~5 jam.
  • Kerugian material: Rp3,5 miliar (perkiraan).
  • Aset yang diselamatkan: Rp5 miliar (perkiraan).

Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah mengambil alih investigasi, sementara Pemerintah Kota Semarang melakukan penyelidikan internal untuk mengumpulkan data lapangan. Fokus utama kini adalah pemulihan ekonomi pedagang yang terdampak.

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah relokasi bagi pedagang. Area pasar sementara telah dipersiapkan dengan kapasitas menampung 100 hingga 150 pedagang, serta opsi tambahan di gedung pasar baru yang akan dibangun. Kepala Dinas Perdagangan, Aniceto Magno Da Silva, menegaskan bahwa relokasi menjadi prioritas untuk memastikan aktivitas ekonomi tidak terhenti. “Kami berkomitmen agar pedagang dapat kembali berjualan secepatnya,” tegasnya.

Selain upaya relokasi, pemerintah juga berencana melakukan evaluasi infrastruktur pasar. Rencana perbaikan meliputi pemasangan sistem deteksi kebakaran modern, peningkatan akses air pemadam, serta penataan ulang lahan PKL agar tidak terlalu padat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Suara letupan yang didengar Anton menjadi bagian penting dalam penyelidikan awal. Menurut laporan saksi, letupan tersebut terjadi di ujung utara pasar, tepat sebelum api mulai meluas. Penyelidikan masih dalam tahap awal untuk menentukan apakah letupan tersebut berhubungan dengan penyebab kebakaran atau merupakan kejadian terpisah.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang berjanji akan terus memantau proses pemulihan, mempercepat relokasi, dan menyelesaikan penyelidikan penyebab kebakaran. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan segala hal yang mencurigakan demi keamanan bersama.

Dengan dukungan seluruh elemen, diharapkan pasar Kanjengan dapat kembali beroperasi dalam kondisi yang lebih aman dan teratur, serta menjadi simbol ketangguhan ekonomi lokal setelah melalui cobaan besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *