Bencana Alam

Gempa Filipina: Korban Tewas Bertambah, Desa Terisolasi Membutuhkan Bantuan

×

Gempa Filipina: Korban Tewas Bertambah, Desa Terisolasi Membutuhkan Bantuan

Share this article
Gempa Filipina: Korban Tewas Bertambah, Desa Terisolasi Membutuhkan Bantuan
Gempa Filipina: Korban Tewas Bertambah, Desa Terisolasi Membutuhkan Bantuan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juni 2026 | Gempa bumi bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Filipina pada Senin lalu telah menewaskan sedikitnya 55 orang. Tim pencarian dan penyelamatan masih berupaya menemukan korban di sejumlah daerah yang mengalami kerusakan parah.

Puluhan orang dilaporkan masih mengalami luka-luka, sementara beberapa lainnya belum ditemukan. Jumlah korban bertambah setelah petugas menemukan jenazah baru di bangunan yang runtuh dan kawasan yang terdampak tanah longsor.

Operasi pencarian terkendala gempa susulan yang terus terjadi, kondisi bangunan yang tidak stabil, serta kerusakan jalan menuju wilayah terdampak. Faktor-faktor tersebut juga memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Gempa yang berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao itu menyebabkan kerusakan luas pada rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur publik. Kota General Santos dan sebagian wilayah Provinsi Sarangani menjadi daerah yang paling terdampak sehingga pemerintah menetapkan status bencana untuk mempercepat penanganan darurat.

Ribuan warga terpaksa mengungsi dan saat ini masih bertahan di pusat-pusat evakuasi. Pemerintah terus menyalurkan bantuan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan sambil melakukan pendataan kerusakan bangunan.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat sejumlah gempa susulan sejak gempa utama terjadi. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berisiko roboh sewaktu-waktu.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan seluruh instansi terkait untuk mempercepat upaya pemulihan dan rehabilitasi di wilayah terdampak. Pemerintah juga menegaskan akan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

Filipina berada di kawasan Cincin Api Pasifik, salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Kondisi tersebut membuat negara kepulauan itu kerap mengalami gempa bumi dan aktivitas tektonik lainnya.

Sementara itu, desa-desa terisolasi di Filipina selatan membutuhkan bantuan udara darurat untuk menyalurkan makanan dan kebutuhan pokok. Wali Kota Glan, Victor James Yap, meminta pemerintah segera mengerahkan helikopter militer untuk mengirim bantuan ke wilayah yang hingga kini masih terputus akibat longsor.

Gempa juga memicu kekhawatiran di Indonesia, yang berada di kawasan tektonik paling aktif di bumi. Gempa Mindanao menjadi pengingat bahwa ancaman serupa bisa datang kapan saja.

Dosen Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ir. Gayatri Indah Marliyani, menjelaskan bahwa gempa Mindanao terjadi akibat aktivitas tektonik di zona subduksi. Proses ini merupakan fenomena umum di kawasan pertemuan lempeng seperti Filipina dan Indonesia.

Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara juga diguncang gempa beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Gempa terbaru berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang Tahuna, Kepulauan Sangihe, pada Jumat pagi.

Kesimpulan, gempa Filipina telah menewaskan banyak orang dan menyebabkan kerusakan parah. Desa-desa terisolasi membutuhkan bantuan udara darurat, dan pemerintah Filipina berupaya mempercepat penanganan darurat. Sementara itu, Indonesia perlu waspada terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami karena berada di kawasan tektonik paling aktif di bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *