Politik

Mojtaba Khamenei Gertak AS: Ancaman Nuklir dan Kontrol Selat Hormuz di Tengah Krisis Kesehatan

×

Mojtaba Khamenei Gertak AS: Ancaman Nuklir dan Kontrol Selat Hormuz di Tengah Krisis Kesehatan

Share this article
Mojtaba Khamenei Gertak AS: Ancaman Nuklir dan Kontrol Selat Hormuz di Tengah Krisis Kesehatan
Mojtaba Khamenei Gertak AS: Ancaman Nuklir dan Kontrol Selat Hormuz di Tengah Krisis Kesehatan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Teheran – Pada peringatan tahunan Hari Teluk Persia, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan serangkaian pernyataan keras yang menegaskan kembali posisi Tehran dalam persaingan geopolitik regional. Pidato yang dibacakan oleh pembawa acara televisi pemerintah itu menyoroti tiga pilar utama: kemampuan nuklir dan rudal Iran, kontrol ketat atas Selat Hormuz, serta peringatan langsung kepada Amerika Serikat yang ia sebut “Setan Besar”.

Khamenei menegaskan bahwa satu‑satunya tempat yang pantas bagi pasukan AS di Teluk Persia adalah dasar perairannya. Ia menambahkan, “Setelah dua bulan pengerahan militer terbesar yang dilakukan oleh para pengganggu dunia, babak baru kini terbuka untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz.” Pernyataan ini muncul tepat dua bulan setelah insiden serangan pada 28 Februari yang melukai Khamenei serta menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam rangka menegaskan kedaulatan teknologi, Khamenei menegaskan bahwa program nuklir dan rudal balistik Iran tidak akan dikompromikan. Ia menyebut semua pencapaian ilmiah, termasuk nano‑teknologi, bioteknologi, hingga teknologi nuklir, sebagai “kekayaan negara” yang harus dilindungi sebagaimana perbatasan darat, laut, dan udara.

Kontrol atas Selat Hormuz menjadi bagian penting dari strategi Tehran. Iran kini mengenakan tarif tol sebesar dua juta dolar Amerika per kapal yang melintasi selat strategis tersebut. Kebijakan ini memicu kecaman dari negara‑negara Teluk Arab yang menilai tindakan itu sebagai bentuk pembajakan, sekaligus memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 126 dolar per barel di pasar global.

  • Tarif tol: 2.000.000 USD per kapal
  • Harga Brent: naik hingga 126 USD/barel
  • Hari Teluk Persia: diperingati untuk mengenang pengusiran Portugis pada abad ke‑18

Respons Amerika Serikat, dipimpin oleh mantan Presiden Donald Trump, dilaporkan sedang menimbang opsi diplomatik baru untuk membuka kembali jalur pelayaran. Sementara itu, Washington tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan‑pelabuhan Iran dengan tujuan melemahkan pendapatan minyak Tehran.

Pakistan menawarkan peran mediasi, dengan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyatakan kesiapan negara tersebut untuk memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran. Pakistan berharap dialog langsung dapat meredakan ketegangan yang semakin memuncak.

Di dalam negeri, situasi hak asasi manusia kembali menjadi sorotan. Otoritas Iran mengeksekusi seorang atlet karate berusia 21 tahun, Sasan Azadvar, terkait aksi protes nasional. Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mencatat setidaknya 21 eksekusi sejak dimulainya konflik pada akhir Februari, menandakan peningkatan penindakan keras terhadap oposisi.

Secara keseluruhan, pernyataan Khamenei mencerminkan kebijakan Iran yang berfokus pada perlindungan teknologi strategis, penguatan kontrol ekonomi atas jalur laut penting, serta sikap konfrontatif terhadap Amerika Serikat. Dengan dukungan rakyat yang disebutnya “90 juta warga Iran”, Tehran menegaskan tekadnya untuk tetap menjadi kekuatan independen di kawasan Timur Tengah, meski menghadapi tekanan internasional yang intens.

Ketegangan yang terus meningkat ini menuntut perhatian komunitas internasional, terutama dalam upaya mencegah eskalasi militer yang dapat mengguncang pasar energi global dan stabilitas regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *